Tiga Musim Bersama, Arema FC dan Samuel Balinsa Resmi Berpisah
- 15 Jun 2026 11:49 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kebersamaan Arema FC dengan Samuel Gideon Balinsa akhirnya mencapai titik akhir. Manajemen tim berjuluk Singo Edan tersebut memastikan tidak memperpanjang kontrak gelandang pengangkut air asal Sorong, Papua, itu untuk kompetisi musim depan.
General Manager Arema FC, Yusrinal, menyampaikan apresiasi mendalam atas loyalitas yang ditunjukkan pemain berusia 27 tahun tersebut selama tiga musim di Malang. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja kerasnya," ujar Yusrinal, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, mantan penggawa Persewar Waropen itu adalah sosok profesional yang patut menjadi teladan, baik di dalam maupun di luar lapangan. "Kontribusinya, termasuk saat membawa Arema FC menjuarai Piala Presiden 2024, akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk karier Balinsa selanjutnya," imbuh pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Keputusan melepas Balinsa murni karena kebutuhan taktis. Kontrak sang pemain sejatinya telah kedaluwarsa pada Mei lalu. Setelah melalui evaluasi tim pelatih, nama Balinsa dipastikan tidak masuk dalam proyeksi skema skuad yang sedang disusun untuk menyongsong musim baru.
Balinsa mendarat di Bumi Arema pada Mei 2023. Sejak saat itu, ia perlahan menjelma menjadi jangkar andalan di lini tengah. Tugasnya tidak mudah: memutus aliran serangan lawan sekaligus menjadi jembatan antarlini. Karakter bermainnya yang lugas dan penuh determinasi membuat rapornya terbilang cukup konsisten.
Selama mengenakan jersi berlambang singa mengepal di dada, Balinsa telah mengantongi 64 penampilan di pentas resmi, mulai dari Liga 1 hingga turnamen pramusim. Puncak memorinya bersama publik Malang tentu saja terjadi dua tahun lalu. Ia menjadi salah satu pilar penting saat Arema FC sukses merengkuh trofi Piala Presiden 2024.
Meski kini jalan yang ditempuh harus berbeda, manajemen menegaskan bahwa ikatan historis dengan sang pemain tidak akan luntur. Kontribusi dan cucuran keringat Balinsa selama tiga musim terakhir di Malang akan tetap mendapatkan tempat tersendiri dalam lini masa perjalanan Singo Edan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....