Arema Siapkan Pendampingan Hukum untuk Warga, Utamakan Redam Konflik Horizontal
- 10 Mei 2026 16:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Manajemen Arema FC mengambil langkah strategis menyikapi insiden di Pantai Wediawu. Klub bersama Aremania Utas berkomitmen memberikan pendampingan hukum bagi warga yang menjadi tersangka.
Langkah hukum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral. Tujuannya menjaga kondusivitas dan meredam potensi konflik horizontal di wilayah Malang Raya.
Insiden bermula dari kasus pengeroyokan serta perusakan mobil wisatawan asal Surabaya. Polres Malang telah menetapkan empat orang tersangka dalam perkara tersebut.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi membenarkan penetapan para tersangka. "Telah ditetapkan 3 orang tersangka dan siang ini Jumat 8 Mei 2026 akan ditetapkan lagi satu orang," jelasnya.
Keempat tersangka merupakan warga Malang dengan peran berbeda. Aksi mereka meliputi pelemparan batu hingga pengerahan massa ke lokasi.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan posisi klub secara resmi. Ia menyatakan pendampingan ini bukan bentuk pembenaran atas tindakan melawan hukum.
"Kami hadir bukan untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum. Namun sebagai keluarga besar, Arema FC dan Aremania Utas ingin memastikan adanya pendampingan hukum yang adil. Kami ingin situasi tetap tenang dan kekeluargaan tetap menjadi prioritas," ujar Yusrinal.
Tim kuasa hukum telah disiapkan untuk mendampingi para tersangka. Pendampingan akan berlangsung selama proses hukum berjalan.
Yusrinal menekankan pendekatan kekeluargaan dalam penyelesaian masalah ini. Ia berharap insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Langkah ini juga menjadi sarana edukasi bagi pendukung dan masyarakat. Fokusnya menjaga kenyamanan wisatawan di wilayah Malang Raya.
Arema FC memandang momentum ini untuk merajut kembali persaudaraan. Proses hukum diharapkan berjalan transparan dan berkeadilan.
"Malang adalah rumah yang ramah bagi siapa saja. Bersama Aremania Utas, kami ingin membawa pesan bahwa setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa menghilangkan rasa tanggung jawab," tutup Yusrinal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....