Arema FC dan Bupati Malang Bahas Rencana Pengelolaan Stadion Kanjuruhan
- 19 Sep 2026 18:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Arema FC kembali meninjau kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Bupati Malang Sanusi, Sabtu (19/9/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pembahasan rencana pengelolaan stadion oleh klub.
CEO Arema FC Iwan Budianto, General Manager Yusrinal Fitriandi, dan Ketua Panpel Arema FC Bram Hady Sulton ikut dalam peninjauan tersebut. Rombongan melihat sejumlah fasilitas di kompleks Stadion Kanjuruhan, termasuk stadion utama, fasilitas olahraga, area komersial, serta Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di kawasan Gate 13.
Sejumlah fasilitas olahraga yang ditinjau antara lain lintasan atletik, gedung olahraga, lapangan voli, lapangan bulu tangkis, dinding panjat tebing, arena skateboard, serta kolam renang.
Menurut Arema FC, berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari potensi kawasan yang dapat dikembangkan apabila klub nantinya memperoleh hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan peninjauan bersama Bupati Malang dilakukan untuk melihat kondisi kawasan sekaligus memperdalam pembahasan mengenai konsep pengelolaan.
“Yang pasti hari ini kami melihat langsung kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Pak Bupati. Pembahasannya juga semakin detail, karena kami ingin memastikan konsep pengelolaan yang disiapkan Arema FC bisa berjalan dengan baik,” ujar Yusrinal.
Konsep yang disiapkan Arema FC tidak hanya berkaitan dengan penggunaan stadion untuk pertandingan. Klub juga menggagas pemanfaatan fasilitas untuk kegiatan olahraga, event, pembinaan atlet, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Yusrinal mengatakan pengelolaan nantinya diharapkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan klub.
“Harapannya tentu stadion ini bisa menjadi fasilitas yang terus terawat, memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang,” katanya.
Sebelumnya, Iwan Budianto menyebut rencana pengelolaan Kanjuruhan berkaitan dengan pembahasan lintas kementerian. Dia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian UMKM terlibat dalam proses tersebut.
Jika pengelolaan diberikan kepada Arema FC, klub menyiapkan sejumlah rencana pemanfaatan kawasan. Salah satunya pengembangan kegiatan nonpertandingan agar fasilitas dapat digunakan sepanjang tahun.
Arema FC juga menggagas pengembangan sport science untuk mendukung pembinaan atlet. Rencana tersebut mencakup fasilitas pengukuran kondisi fisik, analisis performa, pemulihan atlet, hingga kemungkinan kerja sama dengan perguruan tinggi.
Untuk pembinaan pemain muda, klub juga menyiapkan gagasan pemanfaatan kawasan untuk akademi dan program seperti coaching clinic serta youth training camp.
Selain fasilitas olahraga, kawasan Kanjuruhan selama ini juga digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat dan kegiatan komersial. Potensi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan yang disiapkan klub.
Namun, seluruh rencana tersebut masih bergantung pada terealisasinya hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan kepada Arema FC. Dalam peninjauan kali ini, pembahasan masih mencakup konsep dan skema pengelolaan kawasan.
Arema FC menyebut aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi bagian dari konsep yang disiapkan. Klub juga mengusung gagasan legacy safety dalam penataan kawasan dengan tetap mempertimbangkan nilai sejarah dan kemanusiaan Kanjuruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....