Desa Kebobang Wakili Jatim di Penilaian Desa Berprestasi Tingkat Nasional

  • 07 Okt 2026 08:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mewakili Jawa Timur dalam Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Desa tersebut menjalani sesi pemaparan dan wawancara di hadapan Tim Penilai Pusat, Selasa (6/10/2026).

Dalam penilaian tersebut, Desa Kebobang memaparkan sembilan inovasi yang dikembangkan di berbagai bidang, mulai dari pelayanan publik, ekonomi, lingkungan, hingga kesehatan.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah Keris atau Kawasan Ekonomi Terintegrasi untuk mengembangkan potensi ekonomi desa. Di bidang pelayanan publik, Desa Kebobang memiliki Gempita yang mendukung layanan administrasi secara digital. Pemdes menyebut sejumlah layanan dapat diproses sekitar 15 menit.

Desa Kebobang juga mengembangkan kampung tematik dan eduwisata melon hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Sementara di bidang lingkungan terdapat gerakan Sodaqoh Sampah yang didukung 15 bank sampah.

Di bidang kesehatan, inovasi Sultan Kebobang dan Sendok Emas digunakan sebagai bagian dari upaya penanganan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah anak stunting di Desa Kebobang turun dari 29 anak pada 2024 menjadi 22 anak pada 2025.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan inovasi yang dikembangkan Desa Kebobang dapat menjadi praktik baik yang dipertimbangkan untuk diterapkan di desa lain.

“Yang dilakukan Desa Kebobang ini merupakan praktik baik yang patut diapresiasi. Inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Lathifah.

Menurut Lathifah, Pemkab Malang akan mendorong replikasi inovasi yang dinilai sesuai ke desa lain. Penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Harapannya, inovasi Desa Kebobang tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Kebobang, tetapi juga dapat ditularkan kepada desa-desa lainnya. Tentunya dengan menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing desa,” katanya.

Pemkab Malang menyebut dukungan replikasi tersebut dapat dilakukan melalui kebijakan daerah, RKPD, serta dukungan anggaran perangkat daerah terkait. Namun, belum disebutkan inovasi mana yang akan menjadi prioritas untuk direplikasi maupun desa yang akan menjadi lokasi penerapan.

Keikutsertaan dalam penilaian tingkat nasional menjadi kesempatan bagi Desa Kebobang untuk mempresentasikan sejumlah program yang telah dikembangkan di tingkat desa. Hasil akhir penilaian nasional belum disebutkan dalam informasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....