BI Malang: Inflasi Kota Malang pada September 2026 Terkendali
- 06 Okt 2026 15:13 WIB
- Malang
RRI CO. ID, Malang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menyebut angka inflasi Kota Malang pada September 2026 tetap terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tercatat 0,27 persen secara bulanan atau month to month (mtm), melandai dibandingkan Agustus 2026 sebesar 0,39 persen.
Secara tahunan, inflasi Kota Malang mencapai 3,19 persen atau year on year (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 3,33 persen dan nasional sebesar 3,28 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga di Kota Malang masih terjaga di tengah dinamika harga pangan dan sejumlah komoditas strategis.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi mengatakan, pengendalian inflasi terus dilakukan bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan mengoptimalkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Tekanan inflasi September terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,23 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, beras 0,04 persen, serta labu siam atau jipang 0,02 persen.
Indra menjelaskan kenaikan harga ayam dan telur sejalan dengan meningkatnya permintaan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta konsumsi masyarakat. Sementara kenaikan cabai rawit dan labu siam dipengaruhi keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung produksi.
“Inflasi September masih terkendali di dalam sasaran nasional," kata Indra, Selasa (6/10/2026).
Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga emas perhiasan, angkutan udara, ketimun, cabai merah, dan bawang putih yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen.
“Pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K, terutama menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan," ungkapnya.
Sepanjang September, TPID Kota Malang melakukan sejumlah langkah intervensi, di antaranya Gerakan Pangan Murah pada 24 September dengan menyediakan 3 ton beras dan 500 liter Minyakita. Pemantauan pasokan juga dilakukan di sejumlah pasar dan distributor beras, termasuk bersama Tim Saber Pangan, Bapanas, dan Satgas Pangan Polresta Malang.
“Sinergi TPID akan terus diperkuat agar daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga," tambahnya.
Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh anggota TPID akan memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) serta optimalisasi strategi 4K. Fokus diarahkan pada penguatan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga pangan strategis, serta efektivitas koordinasi dan komunikasi kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....