Kesaksian Korban Selamat, Syaiful Ceritakan Detik-Detik KM Virgo Terbalik

  • 02 Okt 2026 14:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Syaiful Anwar (42) warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar merupakan salah satu korban selamat dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Syaiful menceritakan detik-detik saat kapal terbalik hingga dirinya berhasil menyelamatkan diri. Dalam kejadian tersebut, ia juga bersama pamannya, Jarot Setiawan (51) warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Syaiful mengatakan, saat kejadian dirinya bersama sejumlah sopir sedang tidur di kamar dan pamanya Jarot juga berada di kamar yang sama.

Syaiful terbangun setelah mendengar rekannya berteriak meminta para sopir segera bangun karena kapal mulai miring.

"Bangun, bangun, Kapal miring, kapal miring. Saya langsung bangun, saya lihat Pak Lek sudah lari duluan. Saya ikut lari, langsung ambil jaket pelampung dan lari ke pintu keluar," kata dia, Jumat (2/10/2026).

Namun, saat tiba di pintu keluar, kondisi sudah dipenuhi orang. Kapal juga semakin miring sehingga Syaiful berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Ia kemudian melompat dan keluar melalui bagian atas kapal sebelum akhirnya terhempas ombak.

Setelah berada di laut, Syaiful bertahan menggunakan life raft atau rakit penolong bersama korban lainnya dan sejumlah anak buah kapal atau ABK. Syaiful kemudian dievakuasi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB oleh kapal tanker Pertamina, Mahakam.

"Saya masih di life raft. Sama ABK juga ada. Saya dievakuasi jam delapan pagi, Minggu pagi, kapal tanker Pertamina Mahakam," ujarnya.

Setelah dievakuasi, Syaiful berada di Banjarmasin selama sekitar dua pekan sambil menunggu proses pencarian Jarot.

Menurut Syaiful, Jarot baru sekitar tiga kali ikut bersamanya melakukan perjalanan pengiriman barang. Sebelumnya, Jarot belum pernah melakukan perjalanan menyeberang menggunakan kapal.

Jarot yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ikut dalam perjalanan tersebut karena sedang tidak memiliki pekerjaan. Keduanya juga berencana bergantian mengemudikan kendaraan setelah Jarot mulai memahami rute perjalanan.

"Pak Jarot ikut saya masih tiga kali. Dia belum pernah nyebrang. Kalau sudah hafal jalannya, nanti bisa gantian sama saya," terangnya.

Syaiful mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan Jarot setelah keduanya berpisah saat kapal mulai terbalik. Beberapa waktu kemudian, jenazah Jarot ditemukan. Identifikasi awal dilakukan berdasarkan sejumlah barang yang masih melekat pada tubuh korban, seperti gelang, kaos dan celana.

Namun, keluarga masih harus menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban.

Syaiful mengenang Jarot sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Menurutnya, Jarot bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Itu bertanggung jawab. Sama keluarga bertanggung jawab, untuk memenuhi masalah ekonomi," ucap dia.

Setelah melalui proses pencarian dan identifikasi, jenazah Jarot Setiawan, warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, akhirnya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....