BPBD Kabupaten Malang Pantau Karhutla Gunung Kawi, Posko Siaga 24 Jam

  • 01 Okt 2026 20:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Kawi meski dalam laporan Posko Komando Tanggap Darurat periode 30 September hingga 1 Oktober 2026 tidak tercatat adanya kejadian bencana baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan petugas tetap disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan maupun dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Melalui Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD melakukan monitoring terhadap 33 kecamatan menggunakan jaringan komunikasi radio VHF/UHF, internet, layanan pesan singkat, serta call center kebencanaan.

Pada periode pemantauan tersebut, BPBD juga melakukan koordinasi dengan Pos Lapang Merkusi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, terkait perkembangan kondisi karhutla di kawasan Pegunungan Kawi.

“Monitoring terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan serta mempercepat respons apabila ditemukan potensi kejadian baru,” ujar Sadono, Kamis (1/10/2026).

Selain pemantauan karhutla, BPBD juga mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, khususnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang meliputi Desa Sumberagung, Kedungbanteng, dan Tambakrejo.

Selama masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Malang menerapkan sistem siaga dua shift yang berlangsung selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana kekeringan dan karhutla dapat berjalan optimal.

Cuaca cerah yang masih mendominasi wilayah Kabupaten Malang dengan suhu berkisar 21 hingga 26 derajat Celsius dan kelembapan 91 hingga 95 persen menjadi salah satu faktor yang terus dipantau karena berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran lahan dan hutan.

BPBD mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi darurat lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....