Empat Stasiun di Daop 9 Manfaatkan Energi Surya, Dorong Konsep Green Station
- 30 Sep 2026 21:00 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - PT KAI Daop 9 Jember terus mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah stasiun. Saat ini, empat stasiun telah memanfaatkan energi surya untuk mendukung kebutuhan listrik pelayanan penumpang.
Keempatnya yakni Stasiun Probolinggo, Jember, Ketapang, dan Banyuwangi. Total kapasitas PLTS yang terpasang mencapai 39 kWp.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, PLTS di Stasiun Probolinggo, Jember dan Ketapang mulai beroperasi sejak Desember 2023 dengan kapasitas masing-masing 6 kWp, 15 kWp dan 7 kWp. Sementara PLTS Stasiun Banyuwangi mulai terpasang pada Maret 2025 dengan kapasitas 11 kWp.
“Pemanfaatan PLTS ini bukan hanya tentang memasang panel surya, tetapi bagaimana energi yang tersedia di sekitar kita dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional stasiun secara lebih efisien,” ujar Cahyo, Rabu (30/9/2026).
Panel surya dipasang di bagian atap stasiun dengan sistem on-grid, sehingga energi yang dihasilkan terhubung dengan jaringan listrik PLN. Energi tersebut digunakan untuk menopang kebutuhan listrik di area pelayanan, seperti ruang tunggu, loket, area publik hingga ruang kerja petugas.
Pemanfaatan energi surya tersebut turut menekan konsumsi listrik. Penghematan tercatat sebesar 14 persen di Stasiun Probolinggo, 22 persen di Stasiun Jember, 13 persen di Stasiun Banyuwangi, dan 10 persen di Stasiun Ketapang.
Selain PLTS, KAI juga menerapkan penggunaan lampu LED hemat energi serta sistem pengendalian otomatis melalui timer untuk menyesuaikan penggunaan penerangan dengan kebutuhan dan waktu operasional.
Cahyo menyebut, pengembangan efisiensi energi ke depan juga diarahkan pada pemanfaatan PJU berbasis solar panel. KAI Daop 9 Jember juga akan mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Integrated Building Management System (IBMS) untuk memantau dan mengendalikan penggunaan energi secara real time.
“Efisiensi energi kami lakukan dari berbagai sisi. Selain memanfaatkan energi surya, penggunaan lampu LED dan pengaturan sistem penerangan secara otomatis juga menjadi bagian dari upaya mengurangi konsumsi listrik tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mendorong konsep Green Station sekaligus mendukung transportasi yang lebih berkelanjutan. Pengembangan PLTS juga akan diarahkan pada bangunan milik KAI yang memiliki aktivitas dan kebutuhan listrik cukup tinggi pada siang hari.
“Transportasi berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang perjalanan keretanya, tetapi juga bagaimana fasilitas yang mendukung perjalanan tersebut dikelola dengan memperhatikan efisiensi dan lingkungan,” pungkas Cahyo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....