Dishub: Angkutan Pelajar Jadi Kebijakan Berpihak Sopir Angkot
- 30 Sep 2026 00:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Dinas Perhubungan Kota Malang menyebut keberadaan angkutan pelajar menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat ekonomi bagi sopir angkot di tengah beroperasinya Trans Jatim Koridor I Malang Raya.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pemerintah tidak hanya memperhatikan pengembangan transportasi publik, tetapi juga dampaknya terhadap angkutan konvensional.
“Dari kami, ada angkutan pelajar. Itu bagian dari kebijakan yang berpihak kepada teman-teman sopir angkot,” kata Widjaja, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, sebelum ada angkutan pelajar, sejumlah sopir angkot tidak mendapatkan pemasukan dari layanan tersebut. Kini, keberadaan angkutan pelajar dinilai memberikan tambahan nilai ekonomi bagi mereka.
| Baca juga: Hari Pertama, Angkot Pelajar Belum Maksimal |
“Yang dulu tidak ada pemasukan, sekarang ada tambahan. Itu bagian dari mendapatkan manfaat di sisi ekonomi,” ujarnya.
Selain angkutan pelajar, Widjaja menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah memberdayakan sopir angkot dengan mengakomodasi mereka menjadi pengemudi Trans Jatim Koridor I.
Sementara terkait tuntutan kompensasi, Widjaja mengatakan skema kompensasi telah disiapkan Pemprov Jatim melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dalam peluncuran Trans Jatim.
“Di dalam peluncuran Trans Jatim itu sudah ada kompensasi yang namanya scribing,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....