Hari Pertama, Angkot Pelajar Belum Maksimal

  • 01 Sep 2026 13:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Layanan angkutan pelajar di Kota Malang mulai beroperasi hari ini. Namun, pada hari pertama pelaksanaannya, jumlah penumpang belum maksimal karena sebagian siswa masih belum mengetahui rute angkot yang tersedia.

Salah satu sopir angkutan pelajar dari Koperasi Setia Kawan, Saiful, mengatakan seluruh armada sebenarnya sudah disiagakan sesuai rute dan titik layanan. Namun, sebagian siswa masih terlihat bingung karena belum semua angkot dilengkapi penanda nomor rute.

"Kalau masih pertama begini kan masih ruwet. Anak sekolah yang belum tahu mungkin masih bingung. Armada sebenarnya sudah standby semua, sudah sesuai rute dan titik-titik itu."kata Saiful, Selasa 1 September 2026.

Saiful mencontohkan, pada hari pertama ada angkot yang hanya membawa sekitar tiga siswa. Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah setelah siswa dan orang tua semakin memahami sistem angkutan pelajar.

Layanan angkot pelajar memiliki 15 rute. Setiap armada dijadwalkan berangkat pada pagi hari untuk mengangkut siswa, kemudian kembali beroperasi pada sore hari untuk layanan penjemputan.

Dalam satu kali perjalanan, target penumpang setiap angkot ditetapkan sebanyak delapan siswa.

Saiful mengatakan, sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan kepada siswa dan wali murid, terutama bagi siswa yang sebelumnya menggunakan bus sekolah. Namun, pada pelaksanaan awal masih dibutuhkan penyesuaian di lapangan.

Selain itu, belum seluruh sopir terikat kontrak karena masih ada sejumlah dokumen kendaraan yang dalam proses melengkapi persyaratan. Saiful berharap seluruh kontrak dapat berjalan pada pekan depan.

Ia juga menilai keberadaan program angkutan pelajar menjadi harapan baru bagi para sopir angkot yang selama ini mengalami penurunan pendapatan akibat perubahan pola transportasi masyarakat.

"Harapannya bisa berjalan. Karena angkot selama ini selama ada online, pendapatan sopir angkot itu sudah drastis turun. Jadi angkot itu dikatakan hidup segan, mati nggak mau."tambah Saiful

Menurut Saiful, kepastian pendapatan dari program angkutan pelajar juga harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Ia berharap para sopir dapat memberikan pelayanan yang baik agar siswa dan orang tua memiliki pandangan positif terhadap angkot.

Untuk mengatasi kebingungan siswa, Saiful berencana segera melengkapi angkot dengan stiker penanda rute. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah mengetahui angkot yang sesuai dengan tujuan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....