PFI Malang Pamerkan 120 Foto tentang Tanah, Pangan, dan Harapan
- 24 Sep 2026 22:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang menggelar pameran foto bertema “Tanah, Pangan, dan Harapan” di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang. Pameran dibuka bertepatan dengan Hari Tani Nasional, 24 September 2026.
Ketua PFI Malang, Darmono, mengatakan pameran tersebut menghadirkan sekitar 120 foto yang dikemas dalam 24 foto cerita. Karya tersebut merupakan hasil kurasi dari karya yang dikirimkan para pewarta foto anggota PFI Malang, dengan melibatkan sekitar 21 pengkarya.
Menurut Darmono, tema “Tanah, Pangan, dan Harapan” dipilih untuk mengajak masyarakat melihat lebih dekat proses panjang di balik pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Kita berasal dari tanah, makan dari tanah juga. Kita sudah seharusnya melihat orang-orang yang berkecimpung di situ,” kata Darmono.
Karya yang ditampilkan tidak hanya mengangkat aktivitas pertanian, tetapi juga beragam cerita mengenai pangan. Di antaranya pangan hutan, padi, sayuran, perikanan, garam, hingga pengelolaan sampah makanan di hotel.
Salah satu karya bahkan mengangkat bagaimana sisa makanan dari hotel dikelola agar tidak langsung menjadi sampah, tetapi dapat dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Darmono mengatakan pameran tersebut juga ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga tanah dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan generasi mendatang.
“Harapannya kita mampu menjaga alam ini agar nanti tanah ini tetap enak dibuat untuk hidup, tinggal, nyaman untuk anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Salah satu karya yang menjadi perhatian khusus adalah foto tentang Pasar Gadang, yang dinilai memiliki keterkaitan dengan tema tanah dan pangan. Pasar tersebut merupakan salah satu pasar induk di Kota Malang dan menjadi bagian penting dalam distribusi pangan.
Menurut Darmono, proses perbaikan Pasar Gadang yang mulai dilakukan setelah sebelumnya tidak tersentuh perbaikan dalam waktu panjang menjadi bagian dari harapan agar distribusi pangan di Kota Malang semakin lancar.
“Ini ada harapan juga, distribusi pangan itu jadi semakin lancar dan nyaman, baik untuk pembeli dan penjual,” katanya.
Meski digelar oleh PFI Malang, lokasi pengambilan foto tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kota dan Kabupaten Malang hingga sejumlah daerah di Jawa Timur. Keragaman lokasi tersebut menghasilkan cerita pangan dengan latar dan persoalan yang berbeda.
Pameran berlangsung selama empat hari hingga Sabtu. Selain pameran foto, rangkaian kegiatan juga diisi diskusi mengenai ketahanan pangan pada hari pembukaan dan diskusi karya pada Sabtu.
Darmono menjelaskan, Gedung Parkir Kayutangan dipilih agar karya-karya tersebut dapat lebih dekat dengan masyarakat. Kawasan Kayutangan dinilai menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi dan menjadi ruang berkumpul masyarakat.
“Harapannya semakin banyak orang yang melihat ini. Jadi tahu bagaimana orang berproses membuat pangan itu seperti ini, nggak serta-merta gampang,” ujarnya.
Melalui pameran tersebut, PFI Malang berharap masyarakat semakin memahami panjangnya proses menghasilkan pangan sehingga dapat lebih menghargai makanan dan tidak mudah membuangnya.
Pameran foto dan seluruh rangkaian diskusi terbuka untuk masyarakat secara gratis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....