Gubernur Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Jadi 200 Ekor

  • 22 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong peningkatan populasi sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Kota Batu, dari sekitar 130 ekor menjadi 200 ekor.

Dorongan tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung pengelolaan sapi perah di UPT PT dan HMT Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Saat ini, UPT tersebut mengelola sekitar 130 ekor sapi, terdiri dari 72 sapi dewasa, 28 sapi dara, dan 30 pedet. Dari jumlah sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi atau sapi yang sedang menghasilkan susu.

Produktivitas sapi laktasi mencapai sekitar 25 hingga 30 liter per ekor per hari. Dengan 40 sapi laktasi, produksi susu mencapai sekitar 600 liter per hari.

Khofifah menilai capaian tersebut menunjukkan pengelolaan peternakan di UPT PT dan HMT Batu telah berjalan produktif. Selain menghasilkan susu, aktivitas peternakan tersebut juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur.

"Saya merasa bahwa proses yang dilakukan cukup bagus. Kandangnya bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Oleh karena itu, UPT ini juga sudah memberikan PAD kepada Pemprov Jawa Timur," ujar Khofifah, Selasa 22 September 2026.

Kontribusi PAD dari UPT PT dan HMT Batu mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun. Pendapatan tersebut tidak hanya berasal dari produksi susu, tetapi juga agrowisata ternak, benih rumput serta produk hilirisasi susu seperti keju, susu pasteurisasi dan stik keju.

Khofifah berharap peningkatan populasi sapi nantinya tetap diikuti dengan peningkatan produktivitas dan kualitas bibit.

"Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas," harapnya.

Menurut Khofifah, pengembangan peternakan sapi perah tidak cukup hanya mengejar peningkatan jumlah ternak. Produktivitas, kualitas bibit dan ketersediaan pakan juga harus menjadi bagian dari pengembangan peternakan secara berkelanjutan.

"Jadi kita berharap bahwa pengembangan peternakan, khususnya sapi perah, bisa terus kita tingkatkan. Tidak hanya dari sisi populasi, tetapi juga produktivitas dan kualitas bibit serta pakan ternaknya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....