Wali Kota Malang Pastikan Tak Ada SPPG yang Disuspend

  • 21 Sep 2026 21:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO. ID, Malang – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang yang saat ini berstatus suspend atau dihentikan sementara.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu menanggapi informasi sejumlah sekolah yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara.

“Tidak ada SPPG yang disuspend. Kemarin ada lima, kemudian tiga, dan tiga sudah ditarik suspend-nya. Kemudian Senin kemarin hanya terkait dengan SLS dan sudah dikembalikan lagi, normal lagi,” ujar Wahyu, Senin 21 September 2026.

Menurut Wahyu, informasi terakhir yang diterima Pemerintah Kota Malang dalam rapat dan coffee morning bersama Satuan Tugas MBG menyebut seluruh SPPG berjalan normal.

Ia mengatakan, penanganan serta kebijakan terkait pemberian sanksi atau penghentian operasional SPPG merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional atau BGN. Pemerintah Kota Malang dalam hal ini berperan sebagai bagian dari satuan tugas yang memantau, mengevaluasi, dan melaporkan perkembangan pelaksanaan MBG.

“Yang berhak mensuspend dan membuat kebijakan terkait MBG itu ada di BGN. Kami, satuan tugas, hanya memantau, memonitoring, dan melaporkan setiap perkembangan yang ada di SPPG Kota Malang,” katanya.

Meski demikian, Wahyu mengaku akan menindaklanjuti informasi mengenai sejumlah sekolah yang menyebut MBG dihentikan sementara. Ia meminta Sekretaris Daerah Kota Malang, yang juga Ketua Satgas MBG, mengecek langsung sekolah-sekolah tersebut.

“Kalau ada informasi baru, Satgas akan turun untuk mengecek lagi. Kami akan berkoordinasi dengan BGN,” ujarnya.

Terkait kuesioner yang dibagikan kepada orang tua murid mengenai keberlanjutan program MBG, Wahyu menyebut hal tersebut kemungkinan merupakan bagian dari evaluasi BGN.

Pemkot Malang, lanjut dia, akan menampung berbagai persoalan dan kekhawatiran masyarakat untuk kemudian dilaporkan kepada BGN.

“Satgas akan menampung semua permasalahan tersebut dan melaporkannya ke BGN,” kata Wahyu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....