Evaluasi Koridor 1 Trans Jatim, Pemprov Siapkan 12 Angkutan Feeder di Malang

  • 19 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan skema angkutan feeder untuk memperkuat layanan transportasi publik di Malang Raya. Sedikitnya 12 kendaraan feeder ditargetkan mulai beroperasi bersamaan dengan peluncuran Trans Jatim Koridor 2.

Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi layanan Trans Jatim Koridor 1 yang selama ini menghubungkan Kota Malang dan Kota Batu. Salah satu masukan masyarakat adalah perlunya penambahan armada karena bus disebut masih mengalami kelebihan penumpang pada waktu tertentu.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan permintaan penambahan armada Koridor 1 telah menjadi bahan evaluasi. Namun, dalam waktu dekat penambahan armada untuk koridor tersebut belum direncanakan.

"Masukan dari masyarakat, evaluasi Koridor 1 yaitu karena load factornya tinggi. Masyarakat Malang Raya meminta untuk penambahan armada," kata Cito dalam program Halo RRI, Jumat, 18 September 2026.

Menurutnya, kondisi kepadatan penumpang terutama terjadi pada jam-jam tertentu, termasuk sore hari dan akhir pekan. Akibatnya, sebagian calon penumpang tidak terangkut pada titik pemberhentian dengan tingkat permintaan tinggi.

Namun, Cito mengatakan Pemprov Jawa Timur harus mempertimbangkan pemerataan layanan transportasi publik di kabupaten dan kota lain. Karena itu, alternatif yang disiapkan untuk Malang Raya adalah menghadirkan angkutan feeder.

"Untuk saat ini penambahan armada sepertinya tidak. Tetapi ada hal baru yang nanti di Malang Raya yang akan dimunculkan di tahun ini, yaitu penambahan angkutan feeder," ujarnya.

Konsep feeder tersebut dirancang menyerupai layanan angkutan pengumpan seperti Wira-Wiri di Surabaya. Kendaraan feeder nantinya diharapkan dapat menjangkau kawasan yang belum terlayani secara optimal oleh koridor utama Trans Jatim.

Cito menyebut pembahasan jumlah armada masih dilakukan bersama pemerintah daerah. Namun, kebutuhan awal ditargetkan minimal 12 kendaraan untuk melayani Kota Malang.

"Minimal 12 kendaraan nanti. Itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Kota Malang, di mana Koridor 1 sudah full. Nanti kita akan muncul feeder dengan skema kerja sama," katanya.

Berbeda dengan angkutan kota yang telah beroperasi, kendaraan feeder yang disiapkan merupakan kendaraan baru. Pengoperasiannya tetap akan melibatkan pengemudi angkutan lokal melalui skema kerja sama dengan penyelenggara Trans Jatim.

Untuk pembiayaan, Pemprov Jawa Timur merancang skema pendanaan selama masa awal operasional. Dua belas bulan pertama akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kemudian pembiayaan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Malang pada periode berikutnya.

"12 bulan awal akan dibiayai oleh Provinsi Jawa Timur, kemudian akan dilanjutkan oleh Kota Malang," ujar Cito.

Peluncuran feeder ditargetkan bersamaan dengan operasional Trans Jatim Koridor 2 yang direncanakan pada 28 atau 29 Oktober 2026, dengan catatan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal.

"Target kami sama, sebetulnya bersamaan launching-nya Trans Jatim Koridor 2," katanya.

Evaluasi Koridor 1 dan persiapan feeder tersebut , imbuh Cito, menunjukkan bahwa pengembangan transportasi publik di Malang Raya tidak hanya berkaitan dengan penambahan bus pada koridor utama. Ketersediaan layanan pengumpan, integrasi dengan angkutan lokal, serta dukungan infrastruktur juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....