Sejumlah Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Alami Sakit Perut usai Konsumsi MBG

  • 17 Sep 2026 12:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Sejumlah siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami keluhan sakit perut setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (16/9/2026). Pihak sekolah memastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi sehat.

Waka Sarpras SLB Negeri 1 Kota Blitar, Yulia, mengatakan ada 9 siswa yang mengalami keluhan sakit perut, mual dan muntah.

Sejumlah siswa tersebut kemudian dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Kepanjenkidul, RSUD Mardi Waluyo dan Klinik Rawat Inap Siti Khodijah.

"Memang kemarin datang seperti biasa, petugas mengantar makanan, menaruh di tempat seperti biasa. Guru juga mencicipi dan tidak mengalami gejala apapun," kata dia, Kamis (17/9/2026).

Kemudian, ada laporan salah satu siswa mengalami sakit perut usai mengkonsumsi menu MBG dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kepanjenkidul.

Yulia menyebut setelah itu ada beberapa tambahan siswa lain yang mengalami keluhan yang sama dan dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit.

"Awalnya ada satu laporan sakit perut, langsung kami bawa ke puskesmas. Kemudian ada tambahan beberapa siswa. Karena UGD terbatas, ada yang dibawa ke rumah sakit. Pihak sekolah juga berupaya mencarikan air kelapa," jelasnya.

Ia memastikan tidak ada siswa yang menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut. Setelah menjalani perawatan dan observasi, sejumlah siswa tersebut diizinkan untuk pulang dan istirahat di rumah.

"Alhamdulillah anak-anak mendapat penanganan yang semestinya. Puskesmas dan rumah sakit sudah menangani sesuai prosedur. Kemarin tidak sampai ada yang menjalani rawat inap. Hari ini anak-anak sudah sehat dan istirahat," katanya.

Sementara itu, Wadir Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Dr. Agus Sabtoni, membenarkan terdapat satu siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang mendapat penanganan di rumah sakit.

Menurutnya, siswa tersebut dibawa ke RSUD Mardi Waluyo bukan karena rujukan dari puskesmas, melainkan karena keterbatasan kapasitas tempat tidur di UGD puskesmas. Saat tiba di rumah sakit, siswa mengalami keluhan mual dan sempat muntah satu kali.

"Satu anak bukan karena rujukan puskesmas, tetapi karena di puskesmas bed penuh lalu dibawa ke rumah sakit. Kondisinya mual, muntah satu kali. Kemudian kita lakukan perawatan dan observasi, hasilnya bagus dan dinyatakan pulang," kata Agus.

Agus menambahkan, siswa tersebut hanya mendapatkan penanganan awal dan observasi, kemudian diperbolehkan pulang dalam kondisi baik. Mengenai penyebab keluhan, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah berkaitan dengan keracunan makanan.

"Keracunan tidak, dinas yang akan menyampaikan. Kami hanya melakukan penanganan awal. Indikasinya mungkin saja, tetapi masih menunggu pemeriksaan hasil muntahan," ujarnya.

Adapun menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, rolade telur, kacang kapri, melon, dan tahu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....