Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wonokerto Terus Ditingkatkan

  • 07 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto, terus ditingkatkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbaiki sekaligus mengoptimalkan instalasi pengolahan air lindi agar mampu bekerja lebih efektif dan ramah lingkungan.

Selain memastikan air lindi dapat diolah sesuai standar, proyek ini juga ditujukan untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan di kawasan sekitar TPA.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan M Nur Kholis mengatakan, pembenahan dilakukan karena sistem pengolahan lindi selama ini ada yang belum berfungsi maksimal.

Akibatnya, aliran lindi belum seluruhnya dapat masuk ke instalasi pengolahan.

“Saat ini kami sedang memperbaiki instalasi lindi. Harapannya kolam lindi dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga pengelolaan limbah cair menjadi lebih optimal,” kata Kholis di sela-sela kesibukannya, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, air lindi tidak hanya berasal dari proses pembusukan sampah, tetapi juga terbentuk dari air hujan yang meresap ke tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat volume lindi terus bertambah sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang memadai.

Oleh karenanya, DLH membangun kembali jalur aliran lindi menuju instalasi pengolahan.

“Yang kami benahi sekarang bagaimana supaya lindi dapat mengalir melalui jalur yang benar menuju instalasi pengolahan. Dengan begitu tidak menimbulkan dampak pencemaran,” katanya.

Tidak hanya memperbaiki saluran, DLH juga memperbarui teknologi pengolahan air lindi.

Sistem baru akan mengombinasikan proses mekanik dan kimiawi agar limbah cair yang semula berwarna hitam pekat dapat dipisahkan antara air dan endapan padatnya.

Menurut Nur Kholis, pada tahap awal air lindi akan diberi bahan kimia untuk mengikat partikel pencemar.

Selanjutnya endapan akan dipisahkan menggunakan sistem mekanis sehingga kualitas air menjadi lebih baik sebelum memasuki proses pengolahan berikutnya.

“Prinsipnya limbah diproses sehingga padatan dan airnya terpisah. Dengan cara ini potensi pencemaran lingkungan bisa ditekan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, proyek tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan saluran lindi menggunakan U-Ditch.

Selain itu, rehabilitasi bangunan instalasi pengolahan air lindi (IPAL), pembangunan area pre-treatment, optimalisasi sistem pengolahan limbah, hingga pembangunan fasilitas pencucian kendaraan operasional TPA.

DLH juga berencana memasang paranet di area TPA untuk mengurangi sampah ringan yang beterbangan saat tertiup angin.

Menurut Nur Kholis, pembenahan instalasi lindi menjadi salah satu prioritas karena merupakan rekomendasi dalam evaluasi pengelolaan TPA.

Dengan sistem yang lebih baik, pengelolaan sampah di TPA Wonokerto diharapkan semakin memenuhi standar lingkungan.

Sementara itu, mandor pelaksana proyek, Wahab, mengatakan progres pekerjaan terus berjalan sesuai jadwal.

Hingga awal Agustus, pekerjaan sipil telah mencapai sekitar 60 persen.

“Pekerjaan sipil seperti pembangunan saluran, rolak, dan pengecoran lantai sudah sekitar 60 persen. Selanjutnya akan dilanjutkan pemasangan konstruksi baja,” pungkas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....