KAI Daop 9 Perketat Pemeriksaan Rel saat Cuaca Ekstrem
- 16 Sep 2026 16:45 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - PT KAI Daop 9 Jember memperketat pemeriksaan jalur rel untuk mengantisipasi potensi anomali prasarana akibat perubahan cuaca ekstrem, termasuk peningkatan suhu yang dapat memicu pemuaian rel.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan prasarana. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya perubahan kondisi rel.
“Ketika terjadi perubahan cuaca, termasuk peningkatan suhu yang cukup tinggi, kami meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan rel. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat perubahan atau anomali pada prasarana,” ujar Cahyo, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, hingga 2025 dan 2026, KAI Daop 9 Jember tidak mencatat adanya gangguan rel spaten atau liukan rel. Kondisi itu didukung pemeriksaan dan perawatan prasarana yang dilakukan secara berkala serta pemeriksaan tambahan berdasarkan kondisi lapangan.
Di wilayah Daop 9 Jember, pemeriksaan dilakukan pada lintas raya sepanjang 261,103 kilometer spoor (kmsp). Petugas Pemeriksa Jalan Rel (PPJ) dan Kendaraan Pemeriksa Jalan KA (KPJ) melakukan pemeriksaan dua kali dalam 24 jam.
Pemeriksaan dengan berjalan kaki memungkinkan petugas mengamati kondisi rel secara langsung, mulai dari rel, bantalan, balas, sistem penambat, sambungan rel, badan jalan, hingga konstruksi slab atau plinth di lokasi tertentu.
Sementara pemeriksaan menggunakan KPJ dilakukan dengan kecepatan sekitar 20 hingga 40 kilometer per jam. Dalam satu kali pemeriksaan, KPJ dapat mencakup lintasan sekitar 20 hingga 50 kilometer, dengan sedikitnya dua tenaga pemeriksa.
“Prinsip kami adalah memastikan setiap potensi gangguan dapat ditemukan sedini mungkin. Karena itu, ketika kondisi cuaca berubah secara ekstrem, pemeriksaan dapat ditingkatkan dengan memperhatikan lokasi dan karakteristik jalur yang memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi,” jelasnya.
KAI juga melakukan pemeliharaan dan penambahan balas pada bahu balas apabila diperlukan untuk menjaga kestabilan rel terhadap gaya lateral. Penggerindaan rel dilakukan apabila ditemukan cacat permukaan yang berpotensi menimbulkan hentakan roda kereta api.
Selain anomali rel akibat cuaca panas, KAI Daop 9 Jember juga memberikan perhatian terhadap sejumlah daerah pengawasan khusus yang memiliki potensi gangguan, seperti banjir, amblesan badan jalan, hingga sedimentasi.
Cahyo menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan prediktif untuk menjaga keandalan prasarana perkeretaapian.
“Tidak adanya gangguan rel spaten pada 2025 maupun 2026 bukan berarti kewaspadaan dapat dikurangi. Justru hal tersebut menjadi alasan bagi kami untuk terus mempertahankan pemeriksaan dan perawatan secara konsisten. Keselamatan perjalanan kereta api selalu menjadi prioritas,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....