Sempat Putus Sekolah, Dua Anak Blitar Kembali Menata Masa Depan di Sekolah Rakyat

  • 12 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Sempat berhenti sekolah selama lebih dari sebulan, April (16) dan Rozak (16) kini kembali mengenakan seragam dan menata langkah untuk meraih cita-cita.

Keduanya merupakan anak di Kota Blitar yang sempat mengalami persoalan dalam melanjutkan pendidikan. Namun, keinginan untuk tetap bersekolah membawa mereka ke Sekolah Rakyat (SR).

Aprilia Ayu Agustin yang merupakan warga Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar merasa bahagia karena memiliki kesempatan untuk kembali bersekolah dan memulai kembali perjalanan pendidikannya.

Siswa kelas X tersebut sebelumnya bersekolah di salah satu SMK Negeri yang axa di Kota Blitar. Ia seharusnya melanjutkan pendidikan ke kelas XI. Namun, April memilih keluar karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekolahnya.

Keputusan itu membuatnya harus berhenti sekolah selama lebih dari satu bulan. Meski demikian, April tidak ingin terlalu lama meninggalkan bangku sekolah. Ia kemudian mengetahui adanya Sekolah Rakyat dan memilih mendaftar atas keinginannya sendiri.

April mengatakan keputusannya untuk masuk Sekolah Rakyat didasari keinginan untuk kembali belajar dan melanjutkan pendidikan.

"Saya sendiri yang ingin di Sekolah Rakyat, dan memang ingin untuk melanjutkan pendidikan," ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Kini, ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan pola kehidupan baru di asrama. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginannya untuk mengejar pendidikan.April bahkan sudah memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin diraihnya. Ia bercita-cita menjadi dokter.

"Sudah tau kalau disini di asrama dan cita-cita saya nanti ingin menjadi dokter," kata dia.

Sementara itu, perjalanan Rozak menuju Sekolah Rakyat juga tidak kalah panjang.

Rozak merupakan siswa kelas 10 yang baru menyelesaikan pendidikan di salah satu SMP Negeri di Kota Blitar. Setelah lulus SMP, ia belum mendapatkan sekolah lanjutan.

Rozak sempat mendaftar ke beberapa sekolah, tetapi belum berhasil diterima. Sementara untuk melanjutkan ke sekolah swasta, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan. Akibatnya, Rozak sempat tidak bersekolah selama sekitar satu bulan.

Ketika kesempatan untuk masuk Sekolah Rakyat terbuka, ia memilih mengambil kesempatan tersebut. Kini, Rozak mengaku sudah siap kembali menjadi pelajar dan tinggal di asrama.

Ia pun membawa sebuah cita-cita yang ingin diwujudkan melalui pendidikan. Rozak ingin menjadi polisi.

"Saya ingin melanjutkan sekolah. Saya sudah siap tinggal di Sekolah Rakyat,” terangnya.

Bagi April dan Rozak, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk kembali belajar. Sekolah tersebut menjadi kesempatan kedua setelah perjalanan pendidikan mereka sempat terhenti.

Keduanya kini harus beradaptasi dengan kehidupan asrama, mengikuti pembelajaran, sekaligus belajar hidup lebih mandiri.

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atiqah, mengatakan April dan Rozak merupakan contoh anak yang di tengah perjalanan mengalami putus sekolah, kemudian memiliki keinginan untuk kembali mengenyam pendidikan.

“Yang dua ini, di tengah perjalanan ada yang putus sekolah dan berminat masuk ke sini,” ujarnya.

Keinginan keduanya untuk kembali bersekolah juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Blitar. April dan Rozak bahkan dijemput untuk kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....