Wali Kota Blitar Tinjau SPPG, Pastikan Pelaksanaan MBG Sesuai SOP
- 11 Sep 2026 11:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bersama Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Virlani Arudyawan beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar, Jumat pada (11/9/2026).
Peninjauan dilakukan di SPPG Kauman dan Sukorejo, Kota Blitar. Kegiatan ini dilakukan
untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemilihan bahan, pengolahan makanan, hingga pendistribusiannya ke sekolah.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan
pemerintah daerah bersama tim pemantauan program MBG memiliki tugas untuk memastikan SPPG menjalankan seluruh proses sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Kami memastikan SOP dijalankan, proses-proses yang dilakukan SPPG mematuhi SOP dan standar. Kami juga memastikan makanan yang dihasilkan higienis dan bagus, sehingga dalam pelaksanaannya anak-anak tidak mengalami kendala," ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Dari hasil peninjauan, pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini menilai pelaksanaan di SPPG yang dicek telah berjalan sesuai SOP. Ia juga melihat jarak waktu antara makanan selesai dimasak hingga didistribusikan ke sekolah tidak terlalu lama.
Menurutnya, koordinasi antara SPPG dan pihak sekolah menjadi hal penting agar makanan yang telah selesai diolah dapat segera diterima dan dikonsumsi siswa.
"Ketika sudah matang langsung didistribusikan, koordinasi dengan sekolah juga bagus, sehingga di sekolah langsung dimakan siswa. Jadi antara jarak masak dan makan siswa tidak terlalu panjang," jelasnya.
Meski demikian, Mas Ibbin meminta koordinasi antara SPPG dan sekolah terus dimaksimalkan, khususnya terkait waktu makanan tiba di sekolah dan waktu makanan tersebut dikonsumsi siswa.
Ia juga mengingatkan pengelola SPPG untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan serta memastikan proses pengolahan dilakukan secara teliti.
"Namanya sayur hijau, ketika memasaknya dalam jumlah banyak, pasti masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Maka dari itu perlu ketelitian dan kehati-hatian," katanya.
Mas Ibbin menegaskan, apabila seluruh SOP dijalankan dengan baik, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menyebut standar yang diterapkan dalam pengolahan makanan MBG bahkan berada di atas standar warung maupun rumah makan.
"Saat ini sudah ada 29 SPPG yang telah beroperasi di Kota Blitar dengan jumlah sasaran penerima manfaat mencapai 60 ribu orang," ucapnya.
Salah satu SPPG yang turut ditinjau berada di Kecamatan Sukorejo. Kepala SPPG Sukorejo Kota Blitar Paskalis mengatakan pihaknya saat ini melayani 2.328 penerima manfaat dari 12 sekolah, termasuk tiga Posyandu ILP di Kota Blitar.
"Untuk penerima manfaat ada 2.328 KPM, kemudian sekolah ada 12, termasuk tiga ILP Blitar," kata Paskalis.
Ia menjelaskan, proses pengolahan makanan di SPPG Sukorejo dimulai sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Proses memasak ditargetkan selesai sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, sebelum makanan mulai didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB.
Paskalis menyebut koordinasi dengan sekolah dilakukan melalui PIC atau penanggung jawab masing-masing sekolah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi makanan berjalan sesuai kebutuhan dan waktu yang telah ditentukan.
"Kita membuka ruang publik kepada PIC. Masukan dari sekolah kita terima," terangnya.
Masukan dari sekolah juga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan menu. Termasuk ketika terdapat permintaan menu tertentu dari siswa maupun sekolah.
Menurut Paskalis, setiap permintaan menu tidak langsung diterapkan, tetapi terlebih dahulu dibahas bersama ahli gizi untuk memastikan menu tetap memenuhi standar gizi.
"Seperti menu request, kita satukan. Kita rapatkan dengan ahli gizi bagaimana caranya menu itu tetap baik. Kita pilih beberapa request yang bisa diterapkan," jelasnya.
Lebih lanjut Mas Ibbin berharap program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa yang menjadi sasaran penerima. Pemerintah daerah bersama Forkopimda juga menyatakan siap memberikan perhatian dan penanganan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Intinya kami lihat prosesnya sudah sesuai dengan standar dan menunya bagus-bagus, sehingga program ini benar-benar bermanfaat bagi seluruh siswa, terutama dalam memenuhi gizinya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....