Blitar Jadi Sasaran Peredaran Narkoba, 13 Pengedar Ditangkap
- 31 Agt 2026 18:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Peredaran narkoba di wilayah Blitar kembali dibongkar aparat kepolisian. Satnarkoba Polres Blitar Kota menangkap 13 tersangka dalam pengungkapan 12 kasus selama pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2026.
Operasi tersebut digelar selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026. Dari belasan tersangka yang diamankan, polisi menyita berbagai jenis barang bukti narkotika dan obat keras berbahaya.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan barang bukti yang diamankan terdiri dari 84,8 gram sabu-sabu, 10 butir pil ekstasi, dan 4.030 butir pil dobel L.
"Sebanyak 13 orang tersangka yang kami tangkap terdiri atas lima orang pengedar sabu, satu orang pengedar ekstasi, dan tujuh orang pengedar obat keras berbahaya," kata AKBP Kalfaris, Senin (31/8/2026).
Dari 12 perkara yang diungkap, terdapat tiga kasus yang menjadi perhatian karena jumlah maupun jenis barang bukti yang diamankan.
Dua kasus di antaranya merupakan peredaran sabu-sabu di wilayah Kecamatan Wonodadi dan Kecamatan Garum. Dari dua perkara tersebut, polisi mengamankan sabu-sabu seberat total 79,7 gram.
Sementara itu, kasus lainnya berkaitan dengan peredaran pil ekstasi di wilayah Kecamatan Srengat. Polisi menyita 10 butir pil ekstasi dari tersangka.
AKBP Kalfaris menjelaskan, pengungkapan kasus ekstasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari perkara peredaran sabu-sabu yang sebelumnya ditangani polisi.
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mendapatkan sabu-sabu dari luar daerah menggunakan sistem ranjau. Barang tersebut kemudian dibawa ke Blitar untuk diedarkan kembali kepada pembeli lokal.
Polisi juga menemukan fakta bahwa mayoritas tersangka yang diamankan merupakan residivis kasus narkoba.
"Para tersangka yang kami tangkap mayoritas residivis kasus yang sama," ujarnya.
Polres Blitar Kota memastikan pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memberantas peredaran narkoba sekaligus memutus rantai distribusi narkotika dan obat keras berbahaya di wilayah Blitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....