Angkutan Pelajar Gratis, Pengemudi Diminta Jaga Sikap dan Pelayanan

  • 31 Agt 2026 17:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Program Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang tidak hanya mengandalkan ketersediaan armada. Para pengemudi juga dituntut mengubah kebiasaan dan meningkatkan standar pelayanan karena penumpang utama mereka adalah pelajar. Sejak awal proses rekrutmen, pengemudi telah diberi pemahaman mengenai tanggung jawab melayani anak-anak sekolah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, dalam program Halo RRI, Senin, 31 Agustus 2026, bertepatan dengan peluncuran dan mulai beroperasinya Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang.

“Ketika awal rekrutmen itu kami sampaikan bahwa teman-teman yang bergabung ini harus sadar sepenuhnya bahwa yang kita angkut ini kan adik-adik pelajar,” kata Purwono.

Ia menegaskan pengemudi harus memberikan contoh perilaku yang baik selama menjalankan tugas. Salah satunya dengan tidak merokok sepanjang perjalanan dan menyesuaikan bahasa komunikasi ketika berinteraksi dengan pelajar.

Menurut Purwono, perubahan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya baru dalam layanan angkutan umum Kota Malang.

“Proses mereka belajar itu visualisasinya harus kita dukung dengan bertingkah laku baik, kemudian tidak merokok sepanjang perjalanan, kemudian bahasa komunikasinya paling tidak kita minta mereka sudah harus menyesuaikan,” ujarnya.

Selain aspek perilaku, Pemerintah Kota Malang juga memberikan perhatian terhadap penampilan pengemudi. Purwono mengatakan para pengemudi mendapatkan seragam baru berupa kemeja lengan panjang dengan tulisan “Malang Boys” di bagian belakang.

Menurutnya, perhatian terhadap seragam menjadi bagian dari upaya membangun citra baru angkutan kota sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan pelajar.

Purwono mengatakan pengelolaan pengemudi dilakukan melalui koperasi yang ditunjuk, sementara Organda berperan dalam pendampingan, advokasi, pemantauan dan evaluasi.

“Kita sangat berharap masyarakat memberikan saran masukan yang betul-betul membangun, yang konstruktif,” tuturnya.

Ia berharap masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengemudi dan pengelola sehingga kualitas pelayanan angkutan pelajar terus meningkat.

Pada hari pertama peluncuran, sebanyak 66 angkot telah beroperasi di 15 rute. Layanan tersebut memiliki tugas utama mengantar pelajar menuju sekolah pada pagi hari dan menjemput mereka kembali setelah kegiatan belajar selesai.

Di luar waktu tersebut, sebagian pengemudi masih dapat menjalankan layanan angkutan umum. Namun, satu jam sebelum jadwal pulang sekolah, pengemudi diwajibkan kembali bersiap di sekolah untuk menjalankan tugas utama sebagai angkutan pelajar.

Program ini tidak hanya memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar, tetapi juga mendorong perubahan kualitas layanan angkutan umum di Kota Malang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....