BPBD Jatim Pantau Tiga Kawasan Rawan Karhutla
- 31 Agt 2026 16:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menetapkan tiga kawasan sebagai perhatian utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau. Tiga kawasan yang menjadi perhatian tersebut yakni Gunung Arjuno di kawasan Lembah Kidang, Gunung Semeru di sekitar B29 dan Panu Pane, serta satu titik di wilayah Nganjuk yang sebelumnya sempat mengalami kebakaran dan telah berhasil dipadamkan.
“Untuk pagi hari ini ada tiga wilayah yang kami jadikan perhatian, yaitu Arjuna di daerah Lembah Kidang, lalu juga Semeru di daerah B29, Panu Pane dan Nganjuk,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, dalam program Halo RRI, Senin, 31 Agustus 2026..
Gatot menjelaskan, kebakaran di kawasan Gunung Semeru menjadi salah satu perhatian serius karena sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Kebakaran di kawasan Semeru diketahui terjadi sejak 26 Agustus 2026. Kondisi medan yang terjal dan curam, jarak titik api yang jauh dari permukiman, serta angin kencang menjadi kendala dalam proses pemadaman.
“Memang kendalanya adalah di gunung tersebut cuacanya sering berubah dan kondisi api yang menyala itu ada di wilayah yang jauh dari pemukiman,” katanya.
Menurut Gatot, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau turut mempercepat penyebaran api. Karena itu, pemadaman dilakukan melalui kombinasi penanganan darat dan udara menggunakan helikopter water bombing.
Namun, penggunaan water bombing juga menghadapi keterbatasan karena sejumlah helikopter saat ini dikerahkan untuk menangani kebakaran dengan skala nasional di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Sementara itu, BPBD Jatim terus melakukan koordinasi dengan TNBTS, BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat pemantauan dan penanganan karhutla. Berdasarkan analisis aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan pada 29 Agustus 2026, terdeteksi 269 titik panas di Jawa Timur. Namun, keberadaan titik panas tersebut tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“200 lebih tersebut belum tentu itu karena kebakaran. Bisa jadi itu merupakan kegiatan pabrik, lalu juga mungkin ada petani atau pemilik lahan yang sedang membersihkan dan membakar sampah ladangnya,” jelasnya.
Karena itu, BPBD Jatim melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan karhutla atau berasal dari aktivitas manusia.
Untuk wilayah Malang Raya, Gatot memastikan kesiapsiagaan BPBD dan pemadam kebakaran daerah telah berjalan dengan baik. Kolaborasi bersama TNI-Polri dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
BPBD Jatim mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau, terutama saat melakukan aktivitas yang menggunakan api di kawasan terbuka.
Informasi mengenai karhutla di Semeru juga menjadi perhatian karena penutupan total jalur pendakian telah diberlakukan sejak 26 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....