Wabup Probolinggo Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Generasi Muda

  • 31 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Wakil Bupati Probolinggo sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo, Kak Fahmi AHZ, menegaskan Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar momentum memperingati berdirinya organisasi kepanduan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda.

Hal itu disampaikan Kak Fahmi saat memimpin apel akbar peringatan Hari Pramuka ke-65 di Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (31/8/2026). Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital,” katanya.

Fahmi menilai kemajuan teknologi memberikan banyak peluang bagi generasi muda. Namun, perkembangan tersebut juga harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar generasi muda mampu menghadapi perubahan secara bijak.

“Generasi muda saat ini hidup di tengah perubahan yang sangat cepat. Informasi datang tanpa henti, teknologi berkembang luar biasa dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengetahuan dan kecerdasan saja tidak cukup. Mereka harus memiliki integritas, tanggung jawab dan ketangguhan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Berbagai kegiatan kepramukaan dinilai mampu menanamkan nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial hingga semangat pengabdian.

“Cita-cita besar menuju Indonesia Emas sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini sedang dipersiapkan,” terangnya.

Fahmi menegaskan pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi tidak akan memiliki arti tanpa didukung sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat.

“Siapa yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas? Jawabannya adalah generasi muda hari ini. Karena itu membangun generasi muda sama dengan membangun masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan Pramuka tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Setiap aktivitas kepramukaan, menurutnya, memiliki proses pendidikan karakter yang nyata dan berkelanjutan.

“Ketika seorang Pramuka belajar mendirikan tenda, ia sedang belajar mandiri. Ketika bekerja dalam regu, ia sedang belajar kerja sama. Ketika diberi tugas, ia belajar tanggung jawab. Dan ketika menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan, ia sedang belajar pengabdian,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Fahmi menekankan pentingnya keteladanan para pembina Pramuka. Nilai-nilai kepramukaan akan lebih mudah diterapkan apabila para pembina mampu memberikan contoh kepada peserta didik.

Mengutip filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, Fahmi menyampaikan pentingnya prinsip Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

“Filosofi ini menjadi pengingat bahwa keteladanan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, tangguh dan siap menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....