Guru Jadi Garda Depan Literasi Keuangan Pelajar

  • 05 Agt 2026 20:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Upaya tersebut dinilai penting untuk membentuk kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan digital.

Kepala OJK Malang. Farid Faletehan mengatakan, peran tenaga pendidik menjadi kunci dalam membangun budaya keuangan yang sehat di lingkungan sekolah. Karena itu, OJK menggandeng Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Probolinggo, LPS II Surabaya, dan industri perbankan menggelar Training of Trainers Program KEJAR bagi kepala sekolah, guru, dan komite sekolah.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin para guru menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan kebiasaan menabung, mengenalkan produk dan layanan keuangan formal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital," ujar Farid, Rabu (5/8/2026).

Program tersebut diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, dan komite sekolah secara luring serta lebih dari 100 peserta secara daring. Selain memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memperluas implementasi Program KEJAR secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, perbankan turut menyerahkan lebih dari 1.500 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA di Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk perluasan akses layanan keuangan formal bagi pelajar.

Farid menegaskan, Program KEJAR tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah rekening pelajar, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

"Literasi keuangan yang kuat akan menjadi fondasi bagi generasi muda untuk mencapai kesejahteraan keuangan di masa depan, sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui meningkatnya inklusi keuangan," kata Farid.

Melalui sinergi pemerintah daerah, LPS, dan pelaku usaha jasa keuangan, OJK berharap budaya menabung dan pemanfaatan layanan keuangan formal semakin mengakar di kalangan pelajar sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....