Malang Makmur Finansial Raih Penghargaan OJK, Sasar Nelayan hingga Pekerja Migran

  • 30 Agt 2026 08:59 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Program Malang Makmur Finansial Pemerintah Kabupaten Malang meraih Financial Literacy Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program tersebut mendapat penghargaan sebagai program literasi keuangan terbaik tingkat kabupaten untuk kategori pemerintah daerah.

Penghargaan itu diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar dalam puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi.

Malang Makmur Finansial merupakan program edukasi literasi keuangan yang menyasar tiga kelompok masyarakat produktif yang dinilai memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah sekaligus menghadapi kerentanan ekonomi.

Kelompok pertama mencakup nelayan dan pelaku UMKM perikanan. Kelompok kedua terdiri atas pekerja migran Indonesia (PMI), calon PMI, keluarga PMI, serta purna PMI. Sementara kelompok ketiga menyasar peternak sapi perah dan pelaku UMKM produk olahan susu.

Melalui program tersebut, Pemkab Malang tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menyebut penghargaan dari OJK menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program literasi keuangan.

"Kami sangat bangga dan berterima kasih atas penghargaan dari OJK. Ini merupakan bukti bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat telah diakui oleh OJK," ujar Budiar, Minggu (30/8/2026).

Literasi keuangan dinilai penting bagi masyarakat dalam mengelola pendapatan, menentukan penggunaan dana, serta mengambil keputusan finansial secara lebih bijak. Pemahaman tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko dari keputusan keuangan yang merugikan.

Program Malang Makmur Finansial kemudian diarahkan agar manfaat edukasi dan akses layanan keuangan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan berbeda. Nelayan dan pelaku usaha perikanan, misalnya, menjadi salah satu sasaran karena aktivitas ekonominya berkaitan dengan pengelolaan pendapatan usaha.

Sementara bagi PMI dan keluarganya, literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan mengelola pendapatan serta hasil kerja di luar negeri. Adapun bagi peternak sapi perah dan pelaku usaha olahan susu, pemahaman keuangan dapat mendukung pengelolaan kegiatan usaha.

Pemkab Malang selanjutnya berkomitmen melanjutkan dan memperluas program tersebut agar peningkatan literasi keuangan tidak berhenti pada edukasi, tetapi turut mendorong kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung kesejahteraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....