Karhutla di Gunung Arjuno - Welirang Meluas Sampai 300 Hektar

  • 27 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Sampai saat ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di kawasan Tahura R. Soerjo masih terjadi.

Hingga hari kedelapan kejadian, titik api masih terlihat dari Ogal Agil ke punggungan Alas Lali Jiwo. Wilayah tersebut merupakan medan curam di ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga membuat petugas ekstra kerja keras untuk melakukan pemadaman, baik jalur darat maupun udara.

Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, hingga Rabu (26/8/2026), luas kawasan yang terbakar diperkirakan lebih dari 300 hektare dan Lokasinya berada di kawasan yang sulit dijangkau.

"Lokasi kebakarannya berupa tebing dan lereng dengan medan curam sehingga petugas kewalahan dalam akses ke sananya. Belum lagi di kawasan tersebut punya vegetasi yang rapat. Terdiri atas cemara gunung, alang-alang, semak belukar, serta rumput," kata Marini melalui sambungan selulernya, Kamis (27/8/2026).

Dijelaskannya, pemadaman karhutla dilakukan secara manual oleh gabungan petugas. Mulai dari polisi kehutanan (polhut), Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Personel tersebut disiagakan di Sawahan Kesek dan Lembah Kijang, Lereng Arjuno.

Sedangkan pemadaman dari udara melalui water bombing menggunakan helikopter yang airnya diambil dari kolam yang berada di Kaliandra. Air tersebut kemudian dibawa menuju titik api di lereng Gunung Arjuno, khususnya punggungan Alas Lali Jiwo.

Namun pemadaman dari udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Pada hari kedelapan, water bombing hanya dilakukan lima kali. Setelah itu, helikopter kembali ke Lanud Abdurahman Saleh.

Water bombing tidak bisa dilakukan maksimal karena terkendala kondisi cuaca. Salah satunya angin kencang.

"Untuk water bombing di hari kedelapan kebakaran hutan, tidak bisa dilakukan lebih dari lima kali. Kami terkendala cuaca. Salah satunya angin kencang," bebernya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....