Program Zero Waste Ubah Sistem Pengangkutan Sampah di Oro Oro Ombo

  • 27 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Sistem pengangkut sampah di kawasan Oro Oro Ombo mengalami revolusi sebagai bentuk terlaksananya program Zero Waste yang didampingi oleh Ecological Observation and Wathlands Conservation (ECOTON). Langkah ini dilakukan untuk memastikan sampah yang telah dipisahkan oleh warga tidak kembali tercampur pada saat proses pengangkutan menuju Tempat Pembungan Akhir (TPA).

Sejak tahun 2022, ECOTON telah melakukan pendampingan untuk program pengolahan sampah di kawasan Oro Oro Ombo. Dalam implementasinya, masyarakat dibina untuk melakukan pemilahan sampah dari tempat paling sederhana, yakni hunian pribadi. Sampah yang dipilah dibedakan kedalam 3 jenis, diantaranya sampah organik, sampah daur ulang, dan sampah residu.

Sampah yang sudah dipilah nantinya akan diangkut oleh petugas kebersihan menggunakan kendaraan pengangkut sampah yang sudah dilengkapi dengan bak terpisah sesuai dengan jenis sampah.

“Di Oro Oro Ombo, kita sudah mencoba melaksanakan sistem pengangkutan sampah sesuai jenis. Dalam pick-up sudah ada bak-bak sendiri sesuai jenis yang dipilah dari rumah. warna

biru untuk sampah organik, dan yang lainnya sampah daur ulang dan residu”, ujar Manajer Program Zero Waste ECOTON Tonis Afrianto dalam Halo RRI, Rabu (26/08/2026).

Sampah organik yang telah dipilah selanjutnya dibawa ke rumah kompos milik desa untuk diolah menjadi pupuk kompos. Sampah daur ulang akan disetorkan ke bank sampah untuk diolah kembali. Sementara untuk pengolahan sampah residu memerlukan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk penanganan lebih lanjut.

Program ini mendapat bantuan langsung dari pihak pemerintah desa serta DLH Kota Batu melalui sosialisasi, konsultasi publik, serta pelatihan bagi masyarakat terkait pengolahan sampah.

Menurut Tonis, program pemilahan sampah masih menghadapi banyak tantangan. Salah satu faktor penyebabnya karena belum banyak wilayah yang mengalokasikan anggaran untuk edukasi masyarakat, perangkat desa, maupun petugas kebersihan terkait pentingnya memilah sampah.

“Oleh karena itu, topik mengenai pengelolaan sampah perlu menjadi perhatian khusus yang harus diketahui semua kalangan masyarakat,” pungkasnya. (Putri Rissyafni)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....