Malang Migrant Center Diluncurkan, Sanusi Dorong Pemberdayaan PMI hingga Purna

  • 27 Agt 2026 09:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Malang Migrant Center (MMC) resmi diluncurkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu 26 Agustus 2026. Pusat layanan tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi, perlindungan, dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta keluarganya.

Peluncuran MMC dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Bupati Malang M Sanusi dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib.

Bupati Malang Sanusi menyambut baik kehadiran MMC yang dinilai dapat memperkuat upaya peningkatan perlindungan sekaligus kesejahteraan pekerja migran. Menurutnya, kontribusi pekerja migran tidak berhenti pada penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, tetapi juga dapat mendorong perkembangan ekonomi daerah setelah mereka kembali.

Sanusi mencontohkan sejumlah desa di Kabupaten Malang yang berkembang berkat kontribusi para purna migran. Salah satunya Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, yang disebutnya mengalami perkembangan pesat melalui peran para purna migran.

“Dan di Malang, Pak Menteri, sudah banyak desa-desa yang berkembang menjadi desa sejahtera. Bahkan ada satu desa, Kalipare, percontohan yang lama, Desa Arjowilangun, itu mengalahkan ramai dan berkembangnya kecamatannya. Lebih maju desanya dari kecamatan, itu berkat para purna migran,” ujar Sanusi, Kamis (27/8/2026).

Karena itu, Sanusi meminta keberadaan MMC tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif sebelum calon PMI berangkat ke luar negeri. Pusat tersebut diharapkan memberikan pendampingan secara berkelanjutan, termasuk meningkatkan keterampilan, kemampuan bahasa, dan pengetahuan calon pekerja migran.

Pemkab Malang juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan program MMC. Dinas Tenaga Kerja bersama perguruan tinggi seperti Universitas Kanjuruhan Malang diarahkan untuk memperkuat materi edukasi dan pelatihan bagi calon maupun purna PMI.

“Nah, tentunya nanti kepada Dinas Tenaga Kerja untuk bisa ditularkan, nanti bersama Pak Widodo, bersama Universitas Kanjuruhan (Unikama), bisa mengembangkan agar para migran ini berdaya dan berprestasi. Serta sebelum berangkat nanti edukasi untuk keterampilannya dan bahasanya beserta pendidikannya yang lain,” kata Sanusi.

Selain pembekalan sebelum keberangkatan, MMC diarahkan untuk mendukung perlindungan PMI selama bekerja di luar negeri. Setelah kembali ke Indonesia, para purna migran juga diharapkan memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha, termasuk melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksanaan program tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain BPJS Ketenagakerjaan, asosiasi perusahaan penempatan pekerja migran, serta perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Kanjuruhan dalam penyusunan kurikulum dan materi pelatihan.

“Dengan adanya MMC ini, saya berharap ada edukasi, pemberdayaan, dan pembinaan berkelanjutan. Kabupaten Malang berkomitmen mendukung penuh langkah pemberdayaan migran agar menjadi pendulang devisa yang membanggakan bagi Indonesia,” tutur Sanusi.

Peluncuran MMC ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar yang didampingi Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....