Sistem Pangan Kota Malang Didorong Terintegrasi Berbasis Potensi Lokal
- 02 Okt 2026 15:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Pemerintah Kota Malang mendorong penguatan sistem pangan dan gizi yang terintegrasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Upaya ini dibahas dalam Talkshow Arah Kebijakan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal di Malang Creative Center, Jumat, 2 Oktober 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari diseminasi hasil penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal atau RADPG BSDL Tahun 2025-2029.
Menurutnya, penyusunan rencana aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memetakan sistem pangan di Kota Malang.
“Mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, sampai pemanfaatan pangan. Ketersediaan ini meliputi produksi serta arus keluar masuk barang di Kota Malang,” kata Slamet.
| Baca juga: Proyek Jalan Pasar Gadang Capai 38 Persen |
Ia menambahkan, aspek keterjangkauan juga menjadi perhatian, termasuk bagaimana masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang sesuai. Sementara dari sisi pemanfaatan, pangan diupayakan dapat digunakan secara optimal dan tidak berakhir menjadi sampah.
Slamet menyebut, penyusunan sistem pangan tersebut diselaraskan dengan RPJMD Kota Malang dan rencana strategis masing-masing perangkat daerah. Dengan demikian, kebijakan pangan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi antarinstansi.
“Kita melibatkan perguruan tinggi, komunitas, lembaga seperti PHRI, kemudian untuk pasar melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan,” ujarnya.
Slamet berharap penguatan sistem pangan berbasis potensi lokal dapat memastikan pangan tersedia, terjangkau, sekaligus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kota Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....