Damkar Blitar Bersiap Tambah Armada untuk Percepat Penanganan

  • 25 Agt 2026 11:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bersiap menambah satu unit mobil pemadam kebakaran pada 2027.

Penambahan armada ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan sekaligus mempercepat waktu respons petugas saat terjadi kebakaran.

Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Tedi Prasojo mengatakan usulan pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran telah masuk dalam pembahasan APBD 2027.

"Rencana, kami akan menambah satu unit mobil pemadam kebakaran pada tahun depan. Usulan anggaran pengadaan sudah masuk di pembahasan APBD 2027," kata Tedi, Selasa (25/8/2026).

Untuk pengadaan tersebut, pihaknya mengusulkan anggaran sekitar Rp2 miliar. Armada yang direncanakan merupakan mobil pemadam model suplai dengan kapasitas sekitar 4.500 liter.

Menurut Tedi, kendaraan tersebut tidak hanya digunakan untuk melakukan pemadaman, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penyuplai air. Keberadaan armada ini diharapkan dapat membantu petugas ketika membutuhkan pasokan air tambahan di lokasi kebakaran.

"Kapasitasnya sekitar 4.500 liter. Mobil pemadamnya bisa digunakan untuk pemadaman dan suplai air," ujarnya.

Saat ini, Damkar Kabupaten Blitar memiliki empat unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit berada di pos induk, sedangkan masing-masing satu unit ditempatkan di Pos Srengat dan Pos Wlingi.

Jumlah armada tersebut dinilai masih perlu ditambah karena wilayah Kabupaten Blitar cukup luas. Idealnya, setiap eks kawedanan memiliki sedikitnya satu unit mobil pemadam kebakaran agar penanganan kejadian dapat dilakukan lebih cepat.

Di Kabupaten Blitar terdapat empat eks kawedanan, yakni Wlingi, Srengat, Lodaya Timur (Lotim), dan Lodaya Barat (Lobar). Namun, saat ini baru wilayah Wlingi dan Srengat yang memiliki pos sekaligus armada pemadam.

"Sekarang, masih dua eks kawedanan yang ada pos dan memiliki satu unit mobil damkar, yaitu eks kawedanan Wlingi dan eks kawedanan Srengat," jelas Tedi.

Selain menambah armada, Damkar Kabupaten Blitar juga berencana mengembangkan pos pemadam di wilayah selatan. Lokasinya masih dipertimbangkan, antara wilayah Lodaya Timur maupun Lodaya Barat.

Penambahan armada dan pos tersebut diharapkan dapat mendukung target waktu respons petugas. Damkar menargetkan petugas sudah tiba di lokasi paling lambat 15 menit setelah menerima laporan kebakaran.

"Minimal di tiap eks kawedanan ada satu unit mobil damkar. Ini untuk mencapai target respons kami minimal 15 menit sudah sampai lokasi ketika ada laporan kebakaran," katanya.

Kebutuhan penguatan armada tersebut sejalan dengan masih tingginya kejadian kebakaran di Kabupaten Blitar. Berdasarkan data Damkar Kabupaten Blitar, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 53 kejadian kebakaran.

Dari puluhan kejadian tersebut, total kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

Dengan tambahan armada, Damkar Kabupaten Blitar berharap jangkauan pelayanan semakin luas dan waktu penanganan di lapangan dapat ditekan, terutama di wilayah yang selama ini belum memiliki pos pemadam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....