Karhutla di Gunung Arjuno Meluas, Pemadaman Kini Gunakan Water Boombing
- 24 Agt 2026 16:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Masih adanya titik kebakaran baru di kawasan Gunung Arjuno yang tak bisa dijangkau melalui jalur darat, operasi pemadaman kini difokuskan menggunakan helikopter water bombing.
Pantauan perkembangan titik api Senin (24/8) sekitar pukul 01.15 WIB menunjukkan posisi kebakaran berada di dua titik koordinat, yakni -7.75848 , 112.59563 dan -7.76209 , 112.59417. Kobaran api yang berkobar di tebing utara puncak Gunung Arjuno tersebut terus bergerak mengarah ke sisi timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan dilakukannya water boombing lantaran kobaran api yang terus meluas dan berada di wilayah yang tak bisa dijangkau via jalur darat.
"Ini karena lokasi kebakaran yang sekarang tidak bisa dijangkau lewat darat. Makanya pemadaman dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Senin (24/8/2026).
Dijelaskannya, pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara menjadi opsi utama. Mengingat medan lereng tebing pegunungan yang sangat curam, sehingga pasukan pemadam darat disiagakan untuk memantau pergerakan perimeter serta dampak pembasahan dari udara.
"Penerbangan water bombing sudah giat sejak jam 08.00 WIB pagi dan beroperasi full tergantung cuaca hingga biasanya jam 16.00 WIB sore kalau kondisi aman. Penerbangan tidak dilakukan pada malam hari demi keselamatan operasi," ujar Sugeng.
Saat ini, pihak BPBD Kabupaten Pasuruan bersama Tahura Raden Soerjo terus berkoordinasi secara intensif dalam mengawal proses pembasahan dari udara ini.
Menurut Sugeng, sinergi antar instansi menjadi kunci utama agar ancaman karhutla susulan dapat segera ditanggulangi secara penuh.
"Operasi penyiraman air menggunakan helikopter disesuaikan dengan kondisi cuaca serta jarak pandang penerbangan di area pegunungan. Petugas memaksimalkan durasi penerbangan sejak pagi hari guna menekan penyebaran titik api agar tidak terus meluas," terangnya.
Lebih lanjut Sugeng menegaskan bahwa seluruh jajaran tim gabungan di lapangan tetap bersiap mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat mempercepat laju perambatan api.
"Pemantauan lokasi tebing puncak Gunung Arjuno terus dilakukan hingga situasi dinyatakan bersih dari titik panas," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....