BMKG Catat 135 Gempa di Jatim Sepekan, Tiga Kali Getaran Dirasakan Warga
- 22 Agt 2026 09:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 135 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 14 hingga 20 Agustus 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan aktivitas kegempaan tersebut didominasi gempa dangkal yang dipicu oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia, serta aktivitas sesar atau patahan lokal.
"Pada periode 14 Agustus hingga 20 Agustus 2026, wilayah Jawa Timur dan sekitarnya mengalami 135 kejadian gempa bumi. Magnitudo terbesar tercatat M3,69 dan yang terkecil M1,15," ujar Ricko dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, dari total 135 kejadian gempa tersebut, sebanyak 112 merupakan gempa dangkal dan 23 gempa menengah. Sementara itu, tidak tercatat adanya gempa dalam selama periode pengamatan tersebut.
Ricko menjelaskan, gempa dangkal umumnya lebih sering terjadi karena berkaitan dengan aktivitas patahan lokal maupun deformasi kerak bumi di wilayah Jawa Timur. Meski demikian, sebagian besar gempa yang tercatat memiliki magnitudo kecil sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan.
BMKG juga mencatat aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada 17 Agustus 2026 dengan total 27 kejadian gempa bumi. Sebaliknya, aktivitas terendah terjadi pada 20 Agustus 2026 dengan 10 kejadian gempa.
Selain itu, selama Agustus 2026 terdapat tiga kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat. Meski begitu, tidak ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Menurut Ricko, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas seismik di Jawa Timur masih berada dalam kategori normal dan menjadi bagian dari dinamika geologi wilayah yang berada di zona pertemuan lempeng aktif.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta terus memperbarui informasi kegempaan melalui kanal resmi BMKG.
"Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi BMKG," kata Ricko.
BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Jawa Timur dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya mitigasi serta penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....