ITN Malang Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa Flores
- 20 Agt 2026 12:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Krisis air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan air bersih sekaligus membantu penyediaan tandon dan perbaikan jaringan air bagi warga terdampak.
Bantuan mulai disalurkan sejak Senin (17/8/2026) dengan melibatkan relawan, jaringan alumni, serta mitra ITN Malang di sejumlah daerah terdampak. Bantuan difokuskan pada kebutuhan air bersih karena sejumlah sumber air warga dilaporkan mengalami perubahan kualitas maupun penurunan debit setelah gempa.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan respons kampus terhadap kebutuhan paling mendesak masyarakat pascabencana.
“Kami sangat berduka atas bencana gempa di NTT. Banyak mahasiswa kami berasal dari NTT dan NTB, dan kami juga memiliki banyak mitra kerja sama di sana. Kami berkoordinasi dengan aparat setempat dan jaringan alumni di lokasi. Pasokan air bersih adalah kebutuhan vital yang paling mendesak saat ini, jadi kami fokus ke sana,” ujar Awan, Kamis (20/8/2026).
Selain menyalurkan bantuan, ITN Malang juga tengah mendata mahasiswa yang terdampak gempa untuk menyiapkan skema pendampingan pascabencana.
Di lapangan, distribusi bantuan dikoordinasikan melalui jaringan alumni ITN Malang. Salah satunya melibatkan Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, S.T., M.Si., M.M., dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang yang berasal dari Flores.
Ardiyanto mengungkappkan, bantuan logistik dari berbagai pihak mulai berdatangan, tetapi belum seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau karena keterbatasan akses.
“Bantuan logistik saat ini sebenarnya sudah cukup banyak, tetapi jangkauannya belum merata karena akses yang terbatas. Selain logistik, ITN Malang juga berfokus pada pemenuhan air bersih yang sifatnya sangat mendesak,” katanya.
Di Kabupaten Manggarai Timur, ITN Malang bekerja sama dengan UPTD SPAM Manggarai Timur menyalurkan 15 meter kubik air bersih menggunakan tangki ke sejumlah posko pengungsian di Borong. Distribusi dilakukan antara lain ke wilayah Golo Cigir, Sentra IKM, Kantor Pertanahan, hingga Gang Kapela Peot.
Sementara di Kabupaten Ende, bantuan disalurkan melalui sinergi dengan Perumda Air Minum Tirta Kelimutu. Pada Selasa (18/8/2026), tim menyalurkan air bersih, satu tandon berkapasitas 1.300 liter, serta beras ke Desa Randorama dan Desa Randotonda, Kecamatan Ende.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende, Herry Gani menambahkan, kondisi sejumlah sumber air warga berubah setelah gempa. Air yang sebelumnya jernih menjadi keruh, sementara beberapa sumber mengalami penurunan debit hingga mengering.
“Kondisi di lapangan memang cukup prihatin. Air warga berubah keruh dan tak layak konsumsi, beberapa mata air bahkan mati. Kehadiran tangki air dan tandon penampungan dari ITN Malang ini menjawab kebutuhan mendesak warga saat ini,” ungkapnya.
Selain bantuan darurat, tim ITN Malang bersama mitra di daerah juga melakukan pendataan kerusakan infrastruktur air. Upaya tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi jaringan pipa dan sarana air bersih yang mengalami kerusakan agar dapat ditindaklanjuti pada tahap rehabilitasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....