UYP Ajak Warga Desa Tambakan Kelola Sampah Non Organik Jadi Peluang Emas

  • 15 Agt 2026 16:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Masalah sampah non-organik yang selama ini menjadi beban lingkungan, kini dipandang sebagai peluang emas bagi warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil.

Betapa tidak, puluhan warga Desa Tambakan bersama Tim Penggerak PKK. Perangkat Desa hingga mahasiswa dilibatkan dalam pelatihan intensif pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Keterampilan Anggota Bank Sampah” ini dilaksanakan di Balai Desa Tambakan, Jumat (14/8/2026) dan dibuka langsung oleh tim pelaksana pengabdian dari Universitas Yudharta Pasuruan, Raden Roro Sri Karuniari Nuswardhani.

Dalam sambutannya, Raden Roro menekankan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi masyarakat dalam mengelola lingkungan secara produktif.

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Sampah bukan lagi sesuatu yang dibuang dan dilupakan, melainkan bahan baku yang bisa diputar kembali dalam rantai ekonomi. Inilah inti dari ekonomi sirkular,” ujarnya di hadapan para peserta.

Dalam praktiknya, peserta diajak mendalami prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycling) untuk menyulap limbah plastik dan kemasan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Tambakan menurut Roro diharapkan mampu menjadi proyek percontohan di Kabupaten Pasuruan dalam hal kemandirian pengelolaan sampah.

"Karena Universitas Yudharta Pasuruan berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan bank sampah ini hingga masyarakat benar-benar merasakan dampak ekonomi nyata dari setiap kilogram sampah yang mereka kumpulkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakan, Sujiati menyambut antusias program ini. Menurutnya, kehadiran akademisi dari Universitas Yudharta dan narasumber ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan suntikan semangat baru bagi ibu-ibu PKK untuk mengaktifkan kembali bank sampah desa.

"Tadi Ibu Yeni Kirana memaparkan strategi pemilahan sampah dari hulu (rumah tangga) hingga proses pengemasan produk daur ulang agar layak masuk pasar. Tidak hanya DLH, sinergi ini juga diperkuat dengan kehadiran PPL Dinas Pertanian Kecamatan Bangil yang memberikan perspektif integrasi pengelolaan sampah dengan sektor lainnya," ungkapnya.

Diketahui, kegiatan inspiratif ini berhasil terlaksana berkat dukungan dana dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tahun anggaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....