BMKG Malang Catat 138 Gempa di Jatim Sepekan, Didominasi Gempa Dangkal
- 14 Agt 2026 14:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat sebanyak 138 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 7 hingga 13 Agustus 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan sebagian besar gempa yang terekam merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di selatan Jawa serta pergerakan sesar lokal.
"Dalam periode 7-13 Agustus 2026, tercatat 138 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal," kata Ricko dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M4,77, sedangkan magnitudo terkecil M1,09. Dari total kejadian tersebut, sebanyak 109 gempa merupakan gempa dangkal, 28 gempa menengah, dan satu gempa dalam.
BMKG mencatat aktivitas gempa terbanyak terjadi pada 8 Agustus 2026 dengan 29 kejadian. Sementara jumlah gempa paling sedikit terjadi pada 10 Agustus 2026 dengan 12 kejadian.
Ricko menjelaskan, aktivitas kegempaan di Jawa Timur masih didominasi pengaruh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang berada di selatan Pulau Jawa. Selain itu, sejumlah sesar aktif lokal juga berkontribusi terhadap terjadinya gempa bumi di wilayah tersebut.
"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujarnya.
Meski aktivitas kegempaan tergolong tinggi dalam sepekan terakhir, BMKG memastikan tidak ada gempa yang dilaporkan dirasakan masyarakat selama periode pengamatan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di Jawa Timur.
Menurut BMKG, pemantauan aktivitas gempa dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana geologi di wilayah Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....