Karhutla Bromo Mulai Terkendali, Pemadaman Berlanjut di Dua Titik Berasap

  • 14 Agt 2026 11:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai menunjukkan perkembangan positif setelah berlangsung selama sekitar 11 hari. Hingga Jumat, 14 Agustus 2026, sejumlah titik yang sebelumnya dilanda kebakaran, termasuk Bukit Cinta, Bukit Kingkong, kawasan Penanjakan hingga Bukit Seruni, dilaporkan tidak lagi menunjukkan kepulan asap.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Haryadi, mengatakan hasil pemantauan melalui drone pada Jumat pagi menunjukkan kondisi di sejumlah titik terdampak sudah membaik. Namun, petugas masih menemukan dua titik yang mengeluarkan asap di kawasan Pakis Bencil.

Karena itu, tim gabungan masih melakukan monitoring dan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran baru.

“Untuk Bukit Cinta, Bukit Kingkong, Penanjakan dan Bukit Seruni sudah nihil asap. Hanya masih ada dua titik asap di Pakis Bencil. Hari ini dilakukan monitoring sekaligus pembasahan,” ujar Sugeng dalam dialog interaktif bersama RRI Malang, Jumat (14/8/2026).

Menurut Sugeng, api yang sebelumnya meluas hingga sejumlah kawasan wisata berhasil dipadamkan setelah tim gabungan memaksimalkan pemadaman manual serta operasi water bombing menggunakan helikopter. Hingga Kamis sore, seluruh titik api yang sebelumnya terpantau dilaporkan telah padam.

Meski demikian, operasi penanganan belum dinyatakan selesai. Petugas masih disiagakan di lapangan sambil menunggu keputusan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sugeng menjelaskan, penutupan operasi pemadaman baru akan dilakukan apabila seluruh titik api benar-benar dipastikan sudah padam dan kondisi kawasan dinyatakan aman.

“Sampai hari ini belum dinyatakan selesai. Pasukan pemadaman masih bersiaga dan kita menunggu keputusan dari Kepala BNPB,” katanya.

Proses pembasahan dilakukan dengan menerjunkan personel langsung ke lokasi, termasuk kawasan lembah yang sulit dijangkau. Petugas menggunakan peralatan manual seperti kepyok dan cangkul untuk mematikan sisa bara api. Armada pemadam kebakaran juga dikerahkan dengan menggunakan pipa panjang untuk menjangkau titik-titik tertentu.

BPBD Kabupaten Pasuruan berharap proses pembasahan dapat memastikan seluruh titik kebakaran benar-benar padam. Pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mencegah munculnya kembali api, terutama karena vegetasi di kawasan Bromo masih sangat kering selama musim kemarau.

Sementara itu, target penanganan dari BNPB adalah memastikan tidak ada lagi titik api pada Jumat, 14 Agustus 2026. Target tersebut berkaitan dengan rencana penarikan helikopter water bombing untuk kemudian digunakan dalam penanganan kebakaran di wilayah lain di luar Pulau Jawa.

Meski kondisi api mulai terkendali, masyarakat dan wisatawan tetap diminta tidak lengah. BPBD mengingatkan pentingnya mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru, termasuk membuat api dan membuang puntung rokok sembarangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....