Water Bombing Bromo Tembus 279 Ribu Liter, Api Masih Bertahan di Dingklik

  • 13 Agt 2026 06:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan secara intensif. Hingga Rabu 12 Agustus 2026, total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing mencapai 279.800 liter, namun titik api terbesar masih terpantau berada di kawasan Pakis Bincil, Dingklik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan luas area terdampak karhutla diperkirakan mencapai 921,42 hektare. Luasan tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

"Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas di kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta mengarah ke Sruni Point, Dingklik," kata Sadono dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kebakaran yang pertama kali terpantau di Bukit Jantur atau Bantengan, wilayah kaldera Bromo, Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026, terus berkembang akibat kondisi angin dan vegetasi kering. Pada 5 Agustus 2026, arah angin mengarah ke Kabupaten Malang sehingga api meluas hingga melintasi batas administrasi daerah.

Untuk mempercepat pemadaman, tim gabungan mengerahkan tiga helikopter, yakni PK-DAN dan PK-DBM milik BNPB serta PK-DAP milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ketiga helikopter tersebut difokuskan melakukan water bombing di kawasan Pusung Duwur, Dingklik.

Sepanjang Rabu, operasi udara mencatat 29 rit penerbangan dengan total 74.000 liter air yang dijatuhkan ke titik api. Rinciannya, helikopter PK-DBM menjatuhkan 6.000 liter air, PK-DAP sebanyak 8.000 liter, dan PK-DAN sebanyak 60.000 liter.

Selain operasi udara, tim gabungan juga melakukan pemadaman darat menggunakan mobil tangki, alat pemukul api (gepyok), serta pembasahan pada area yang masih dapat dijangkau.

Sadono menjelaskan, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNBTS, Basarnas, Damkar, Manggala Agni, TNI-Polri, relawan, dan unsur lainnya terus melakukan patroli serta pemadaman manual di kawasan Dingklik.

"Tim gabungan melakukan penanganan darat di Pusung Duwur wilayah Dingklik dengan menggunakan gepyok dan unit mobil tangki serta pembasahan di area yang dapat dijangkau," ujarnya.

Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi dalam proses pemadaman. Kabut dan kepulan asap mengurangi jarak pandang sehingga operasi water bombing belum dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu, angin yang cukup kencang mempercepat penyebaran api, sementara medan terjal dan jalur berpasir tebal menghambat mobilisasi personel maupun kendaraan.

BPBD juga mencatat kesulitan memperoleh pasokan air karena sumber air terdekat di sekitar lokasi operasi mulai menipis.

Berdasarkan pemantauan terbaru, titik api di wilayah P30 telah dinyatakan padam.

Sementara itu, titik api di kawasan Penanjakan tersisa dalam skala kecil. Namun, titik api terbesar masih bertahan di kawasan Pakis Bincil, Dingklik.

"Beradasarkan perkembangan terkini, titik api di wilayah P30 telah dinyatakan nihil. Sementara itu, titik api di kawasan Penanjakan hanya tersisa dalam skala kecil, sedangkan titik api terbesar saat ini masih terpantau berada di wilayah Pakis Bincil Dingklik," kata Sadono.

Untuk mendukung proses pemadaman, seluruh akses wisata menuju kawasan Bromo masih ditutup sementara. Penutupan meliputi pintu masuk Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Penutupan diberlakukan sejak Sabtu 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang akan diumumkan kemudian.

Pada Kamis 13 Agustus 2026, tim gabungan akan melanjutkan pemantauan dan pemetaan titik api. Operasi water bombing juga direncanakan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, terutama potensi kabut (mist/fog) dan hembusan angin (gusting) yang dapat memengaruhi jarak pandang penerbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....