Karhutla Bromo Belum Padam, Tiga Helikopter Dikerahkan

  • 08 Agt 2026 18:33 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditingkatkan. BPBD Kabupaten Malang bersama tim gabungan dan BNPB mengerahkan tiga helikopter untuk operasi water bombing guna mengendalikan api yang masih menyisakan titik panas di kawasan Pusung Ledok Bedor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kebakaran yang pertama kali terpantau di kawasan Bukit Jantur/Bantengan, Kabupaten Probolinggo, pada 3 Agustus 2026 itu terus dipantau secara intensif. Api sempat merembet ke wilayah administratif Kabupaten Malang akibat pengaruh arah angin pada 5 Agustus 2026.
"Hingga saat ini, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 135 hektare dengan vegetasi yang terbakar berupa cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar," kata Sadono, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, area terdampak kini meluas ke arah Bukit B29, tepatnya kawasan Pusung Ledok Bedor di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawasan Pusung Jantur.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, tim gabungan melaksanakan operasi darat dan udara secara terpadu. Operasi darat dilakukan melalui pembuatan sekat bakar, pembasahan sisa bara api, patroli kawasan, serta pengamanan titik pengambilan air helikopter di Ranu Pane dan Ranu Regulo.
Sementara itu, operasi udara pada Sabtu dilakukan menggunakan tiga helikopter BNPB yang diterbangkan secara bergantian sesuai prosedur penerbangan. BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyiagakan teknologi Drone Water Spray di kawasan savana untuk membantu pembasahan titik panas yang berpotensi memicu api kembali menyala.
Sadono menjelaskan, hasil pemantauan lapangan menunjukkan titik panas masih terdeteksi di kawasan Pusung Ledok Bedor. Asap masih terlihat muncul dari sejumlah titik, meski intensitas api mulai berkurang.
Di wilayah Kabupaten Malang, tim gabungan sempat menemukan kemunculan api di jalur Jemplang menuju Watu Gede. Namun, titik tersebut berhasil dikendalikan sehingga tidak ditemukan lagi api aktif di area tersebut.
"Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor. Sementara titik api yang sempat muncul di jalur Jemplang menuju Watu Gede sudah berhasil dikondisikan oleh tim darat," ujarnya.
BPBD juga memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran hutan yang terjadi sejak awal Agustus tersebut.
Untuk mendukung penanganan, akses wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, masih diberlakukan sistem buka-tutup oleh pihak TNBTS. Personel gabungan tetap disiagakan di lokasi guna mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
Ke depan, operasi pemadaman akan terus dilanjutkan melalui kombinasi water bombing dan pemadaman darat dengan fokus pada titik-titik panas yang masih terpantau di kawasan Pusung Ledok Bedor.
Penanganan karhutla ini melibatkan BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta berbagai unsur pendukung lainnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....