Kekurangan Guru Ganggu Pengawasan Siswa

  • 12 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID Malang – Kekurangan guru kelas di SDN Kebonsari 2 Kota Malang tidak hanya berdampak pada proses pembelajaran, tetapi juga membuat pengawasan siswa menjadi tantangan bagi sekolah.

Guru Kelas 5B SDN Kebonsari 2, Sulistyowati mengatakan, setiap kelas membutuhkan guru yang standby untuk memastikan siswa tetap terawasi, termasuk ketika kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung.

“Kalau tidak ada gurunya, kita takut anak-anak terbengkalai. Ditinggal sedikit saja kadang jambak-jambakan,” kata Sulistyowati, Rabu 13 Agustus 2026.

Ia menyebut, kondisi tersebut membuat sekolah harus mengoptimalkan guru yang ada untuk menjaga siswa. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi siswa sejak pagi, termasuk saat kegiatan salat dhuha dan salat dzuhur berjamaah.

Menurut Sulistyowati, pengawasan menjadi semakin penting karena jumlah siswa di setiap kelas mencapai sekitar 28 anak. Guru harus memastikan aktivitas siswa tetap aman dan terkendali selama berada di sekolah.

Sekolah juga menempatkan guru olahraga untuk sementara membantu menjadi guru kelas. Sementara tugas mengajar olahraga guru tersebut dibantu dua guru olahraga lainnya secara bergantian.

Sulistyowati berharap kebutuhan guru segera dipenuhi. Sebab, menurutnya, keberadaan guru di kelas bukan hanya untuk memberikan pelajaran, tetapi juga memastikan siswa mendapatkan pendampingan dan pengawasan yang cukup selama berada di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....