Gladi Lapang Kelud Uji Kesiapsiagaan Malang Hadapi Erupsi
- 08 Jul 2026 19:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Gladi Lapang atau Field Training Exercise (FTX) penanganan erupsi Gunung Kelud di Selorejo Camping Ground, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, pada 7-8 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengujian kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana erupsi gunung api.
Latihan tersebut melibatkan berbagai unsur pentahelix, mulai dari organisasi perangkat daerah, TNI-Polri, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Malang, BPBD Kota Batu, relawan, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat setempat.
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo, menegaskan bahwa gladi lapang tidak sekadar latihan, melainkan sarana menguji efektivitas Rencana Kontingensi (Renkon) yang telah disusun pemerintah daerah.
"Gladi bukan sebatas latihan, tetapi untuk menguji Renkon. Tugas dan peran dalam gladi harus dihayati dengan baik karena yang terdampak langsung saat bencana adalah masyarakat yang harus dilindungi dan diselamatkan," ujarnya.
Menurut Pangarso, keterlibatan masyarakat dalam simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan sistem komunikasi darurat, proses evakuasi, hingga mobilisasi relawan dapat berjalan efektif saat terjadi bencana sesungguhnya.
Gladi lapang ini merupakan bagian dari rangkaian penyempurnaan dokumen penanggulangan bencana yang terdiri atas Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB), Rencana Kontingensi (Renkon), dan Rencana Operasi (Renops).
RPKB berfungsi sebagai pedoman strategis penanganan kedaruratan di daerah. Selanjutnya, Renkon memuat skenario respons terhadap ancaman bencana tertentu, sedangkan Renops menjadi panduan operasional pelaksanaan tanggap darurat di lapangan.
Wakil Bupati Malang, Latifah Shohib, mengatakan latihan tersebut menjadi investasi keselamatan yang penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
"Sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Jangan sampai ego sektoral menghambat proses penanganan darurat. Latihan ini adalah bentuk investasi keselamatan," katanya saat menghadiri gladi lapang, Selasa (8/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang juga menyalurkan bantuan kesiapsiagaan berupa tenda keluarga, masker medis, dan matras kepada lima desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Kelud, yakni Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru, dan Banturejo.
Skenario FTX menggunakan simulasi erupsi Gunung Kelud yang berpotensi berdampak pada wilayah Kecamatan Ngantang, Kasembon, dan Pujon. Ketiga wilayah tersebut masuk kawasan rawan bencana erupsi sehingga membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi.
Berbagai simulasi dilakukan dalam gladi lapang, mulai dari evakuasi mandiri warga, evakuasi massal ke lokasi pengungsian, penyelamatan korban terperosok jurang oleh tim vertical rescue, pencarian korban reruntuhan bangunan, hingga penanganan medis darurat bagi warga terdampak.
Selain itu, peserta juga mempraktikkan distribusi logistik ke daerah terisolasi menggunakan metode tension line, pendirian rumah sakit lapangan, dapur umum, sekolah darurat, serta pemulihan akses jalan dan jaringan listrik pada masa transisi pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menilai pelaksanaan gladi berjalan lancar, namun masih memerlukan peningkatan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
"Gladi telah berlangsung dengan baik dan lancar. Meski begitu, koordinasi dan kinerja setiap organisasi perangkat daerah yang terlibat penanggulangan bencana tetap perlu ditingkatkan," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten Malang dengan Pemerintah Australia melalui Program SIAP SIAGA yang berfokus pada penguatan ketangguhan bencana di daerah.
Head of Subnational Program SIAP SIAGA, Deswanto Marbun, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga penguatan kapasitas penanggulangan bencana menjadi kebutuhan penting.
Hasil evaluasi gladi lapang nantinya akan digunakan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyempurnakan jalur evakuasi, titik pengungsian, hingga mekanisme distribusi logistik saat terjadi bencana.
Melalui latihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berharap budaya sadar bencana semakin tertanam di masyarakat sehingga mampu membangun komunitas yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi potensi erupsi Gunung Kelud di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....