Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Padamkan Bromo

  • 10 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Probolinggo - Untuk mempercepat pemadaman, tiga unit helikopter dikerahkan melakukan water bombing. Dua helikopter telah beroperasi sebelumnya, sementara satu unit tambahan memperkuat operasi udara pada Minggu (9/8/2026).

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni mengatakan operasi udara sempat terkendala cuaca. Namun, kondisi cuaca pada Minggu dinilai lebih mendukung. Hingga saat memberikan keterangan, sebanyak 17 kali water bombing telah dilakukan dan ditargetkan mencapai sekitar 30 kali penjatuhan air.

"Alhamdulillah hari ini sangat cerah. Tadi dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing. Per tadi sudah ada 17," ujarnya.

Air untuk operasi water bombing diambil dari kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo, kemudian dijatuhkan pada titik api yang sulit dijangkau pasukan darat.

Selain helikopter, tiga unit drone sprayer milik BPBD Jawa Timur juga dikerahkan untuk membantu penyemprotan air di lokasi yang sulit dijangkau.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan fokus pemadaman kini bertambah setelah ditemukan titik api di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

Sebelumnya, pemadaman difokuskan di Pundak Lembu dan Puncak B29. Namun, perkembangan api kemudian terlihat hingga Penanjakan dan Dingklik.

"Fokusnya bertambah. Setelah kita fokusnya adalah di Pundak Lembu, Puncak B29, ternyata di Penanjakan juga ada titik api. Lokasinya di luar dari perimeter awal ini," kata Emil.

Ia mengatakan munculnya titik api baru menambah kebutuhan sumber daya dalam penanganan karhutla.

Emil meminta dugaan mengenai hubungan titik api di Dingklik dengan kebakaran sebelumnya tidak mengganggu konsentrasi pemadaman. Kemungkinan bara atau percikan api terbawa angin masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Menurutnya, pemadaman harus tetap menjadi prioritas, sedangkan penyebab kebakaran diserahkan kepada pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....