Video Perundungan Viral, Siswa SMP Blitar Mengundurkan Diri
- 10 Agt 2026 08:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Siswa SMP di Kabupaten Blitar yang terlibat dalam video dugaan perundungan dan sempat viral di media sosial akhirnya mengundurkan diri dari sekolah.
Keputusan tersebut disampaikan pihak keluarga kepada SMPN 1 Doko, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, setelah kasus dugaan perundungan kembali terjadi dan menjadi perhatian publik.
Kepala SMPN 1 Doko, Sri Yuana Partiwi membenarkan bahwa siswa yang terlibat dalam video tersebut merupakan peserta didiknya. Siswa yang diduga melakukan perundungan diketahui masih duduk di kelas 7, sedangkan siswa yang menjadi korban merupakan siswa kelas 8.
"Per kemarin, dari pihak keluarga menyatakan anaknya mengundurkan diri dari sekolah, akan diproses untuk pindah ke sekolahan yang lain," kata Sri, Senin (10/8/2026).
Sri menjelaskan, kejadian yang videonya beredar di media sosial tersebut ternyata bukan peristiwa pertama. Sebelumnya, siswa yang sama juga pernah terlibat dalam persoalan serupa dengan teman sekolahnya.
Peristiwa pertama telah diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan pihak sekolah serta keluarga kedua siswa. Dalam penyelesaian tersebut, siswa yang bersangkutan juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya pada 3 Agustus 2026.
Namun, tidak berselang lama, kembali terjadi peristiwa serupa. Kejadian kedua tersebut berlangsung di luar lingkungan sekolah dan di luar jam pelajaran.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mengambil langkah pembinaan dengan memanggil siswa yang bersangkutan untuk diberikan edukasi.
"Meski kejadian di luar sekolah dan itu sepenuhnya pengawasan maksimal ada di orang tua, kami tidak diam saja. Kami panggil siswa itu untuk diberi edukasi," ujarnya.
Menurut Sri, pihak sekolah juga telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan pendekatan pembinaan. Setelah itu, keluarga siswa memutuskan untuk melanjutkan pendidikan anaknya di sekolah lain.
Dengan adanya keputusan tersebut, siswa yang bersangkutan selanjutnya akan diproses untuk pindah dari SMPN 1 Doko.
Pihak sekolah berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bersama, khususnya pentingnya pendampingan dan pengawasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Sekolah juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh siswa dapat menjalani proses pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....