Kota Batu Perkuat Ketahanan Bencana lewat Desa Tangguh Bencana

  • 06 Agt 2026 02:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu meresmikan Desa Tangguh Bencana (Destana), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta melaksanakan penanaman pohon di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto beserta sejumlah mitra pemerintah dan swasta.

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keselamatan masyarakat.

Nurochman menjelaskan bahwa Kota Batu memiliki peran penting sebagai kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Brantas. Wilayah tersebut menjadi penyangga sumber daya air, kawasan hutan, dan bentang alam yang menopang kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Menurut Nurochman, kondisi geografis Kota Batu juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini. Ancaman berupa kekeringan, tanah longsor, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat seiring perubahan iklim yang terjadi.

"Pembangunan daerah pada masa kini tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi, mengurangi risiko, dan beradaptasi terhadap berbagai potensi bencana," ujar Nurochman.

Ia menjelaskan, penanaman pohon menjadi investasi ekologis untuk menjaga kawasan hulu sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Sementara itu, keberadaan Destana dan TPS3R diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Nurochman juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan logistik dan peralatan untuk penanganan bencana kekeringan di Kota Batu. Apresiasi serupa diberikan kepada Perum Perhutani, PT United Tractors Tbk, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Kami meyakini bahwa ketangguhan suatu daerah tidak hanya diukur dari kemampuan membangun kembali setelah bencana terjadi, tetapi juga dari kemampuan seluruh unsur masyarakat dalam mencegah, mengurangi risiko, serta beradaptasi terhadap perubahan yang terus berlangsung," terangnya.

Peresmian Destana dan TPS3R Desa Giripurno menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan mBatu SAE yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan masyarakat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan memperkuat ketahanan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....