Titik Retakan Terus Dipantau, Masyarakat Diimbau Gunakan Jalan Nasional

  • 04 Agt 2026 16:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Perum Jasa Tirta (PJT) I terus memantau perkembangan retakan yang muncul di Puncak Bendungan Lahor. Meski akses kendaraan roda empat masih dibuka secara terbatas, masyarakat tetap diimbau menggunakan jalan nasional sebagai jalur utama demi mengurangi risiko terhadap infrastruktur bendungan.

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Korporat PJT I, Aris Widya, mengatakan kondisi retakan menjadi salah satu dasar evaluasi terhadap kebijakan pembatasan akses yang saat ini diberlakukan.

"Kalau dari arah Malang maupun Blitar terdapat beberapa retakan yang sudah kami tandai. Saat ini kondisinya terus kami pantau untuk melihat dampaknya sekaligus menentukan langkah perbaikannya," ujar Aris dalam program Halo RRI, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia mengungkapkan hasil pemantauan sementara menunjukkan terdapat tiga titik retakan dengan karakteristik yang berbeda-beda.

"Retakan memiliki lebar sekitar 6 hingga 8 milimeter, panjang bervariasi antara 1,2 meter sampai 22 meter, dengan kedalaman sekitar 5 hingga 20 sentimeter pada lapisan aspal," katanya.

Menurut Aris, kebijakan pembatasan kendaraan tetap akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan retakan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

"Jangan sampai retakan ini semakin memburuk dan berdampak lebih serius terhadap Bendungan Lahor. Karena itu masyarakat kami harapkan menggunakan jalan nasional sebagai jalur utama dibanding melintas di puncak bendungan," tegasnya.

Ia menambahkan, Bendungan Lahor memiliki fungsi vital sebagai pengendali banjir sekaligus penyedia air baku yang manfaatnya dirasakan hingga wilayah hilir, termasuk kawasan Surabaya. Oleh sebab itu, menjaga keamanan bendungan merupakan kepentingan bersama.

Perum PJT I juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai optimalisasi jalan nasional sebagai alternatif utama mobilitas masyarakat dari Malang menuju Blitar maupun sebaliknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....