Tiga Teknologi Tepat Guna, Dorong Hilirisasi Petani Tebu
- 03 Agt 2026 22:22 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang - Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026 Universitas Yudharta Pasuruan menyerahkan tiga Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Kelompok Tani Mandiri di Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Tiga teknologi tersebut berupa mesin pemeras tebu, mesin pemasak nira, dan mesin oven. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan tebu sekaligus mendorong hilirisasi komoditas tebu di Desa Selok Anyar.
Selama ini, warga masih mengolah nira tebu menjadi gula secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Kehadiran tiga mesin tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah hasil perkebunan tebu.
Ketua Tim PDB Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Aminullah, mengatakan ketiga teknologi yang diberikan dirancang untuk mendukung seluruh rangkaian proses pengolahan tebu.
“Tiga teknologi tepat guna yang kami hadirkan mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari mesin pemeras tebu, mesin pemasak nira, dan mesin oven,” ujar Dr. Aminullah Senin (3/8/2026).
Ia berharap teknologi tersebut tidak hanya digunakan dalam jangka pendek, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga proses hilirisasi tebu di Selok Anyar semakin efisien dan produktif.
“Kami berharap ketiga teknologi ini dapat dimanfaatkan warga secara berkelanjutan, sehingga proses hilirisasi tebu di Selok Anyar berjalan lebih efisien dan produktif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Tim PDB Universitas Yudharta Pasuruan terdiri dari Dr. Aminullah, Dr. Any Urwatul Wusko, M.AB., Dr. Hapsari Titi Palupi, S.TP., M.P., dan Elka Faizal, S.T., M.T. Keempatnya memiliki kepakaran lintas bidang, mulai dari tata kelola dan pemberdayaan masyarakat, manajemen dan pemasaran, ilmu dan teknologi pangan, hingga rancang bangun mesin produksi.
Sementara Dr. Any Urwatul Wusko, M.AB., yang juga menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Yudharta Pasuruan, mengatakan peningkatan kapasitas produksi harus diikuti dengan strategi pemasaran yang tepat.
“Peningkatan kapasitas produksi ini perlu diiringi dengan penguatan strategi pemasaran agar produk gula dari Selok Anyar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki nilai jual yang semakin baik,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Desa Selok Anyar, Nurasim, menyambut baik kehadiran teknologi tepat guna tersebut. Menurutnya, dukungan peralatan produksi menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat dalam mengembangkan potensi tebu di wilayahnya.
“Kami menyambut baik kehadiran teknologi ini. Kami berharap seluruh peralatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan karena selama ini keterbatasan teknologi menjadi salah satu kebutuhan yang cukup mendesak dalam mendukung hilirisasi tebu di desa kami,” kata Nurasim.
Selain penyerahan teknologi, Program PDB 2026 juga memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Mandiri melalui empat rangkaian pelatihan. Pelatihan tersebut meliputi produksi gula semut, produksi gula cair, strategi pemasaran tebu untuk meningkatkan nilai jual, serta pengoperasian dan perawatan mesin skala kelompok.
Tim Penggerak PKK Desa Selok Anyar juga dilibatkan sebagai mitra program. Mereka mendapatkan pelatihan manajemen branding dan kemasan produk serta pelatihan mengenai peran PKK dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.
Program PDB 2026 Universitas Yudharta Pasuruan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan desa yang mengintegrasikan penguatan teknologi produksi dengan kelembagaan masyarakat. Dengan demikian, komoditas tebu yang selama ini lebih banyak dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi.
Dukungan pendanaan Program PDB 2026 berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Selok Anyar melalui pengembangan dan hilirisasi hasil perkebunan tebu.(Tyas).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....