Desil DTSEN Berubah, BPS: Data Diperbarui Setiap Tiga Bulan

  • 27 Agt 2026 18:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Probolinggo – Perubahan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian di Kota Probolinggo setelah sejumlah warga mengaku status ekonominya berubah dan berdampak pada penerimaan bantuan sosial.

Kepala BPS Kota Probolinggo, Joko Santoso, mengatakan perubahan desil dapat terjadi karena data sosial ekonomi masyarakat diperbarui secara berkala, yakni setiap tiga bulan.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan warga yang sebelumnya berada di desil 3 kemudian berubah menjadi desil 6. Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai data administrasi yang diterima BPS dari sejumlah lembaga.

“Setiap tiga bulan memang ada data terbaru. Tidak menutup kemungkinan orang yang awalnya desil 3 bisa ke desil 6,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Joko menjelaskan, data yang diterima BPS berasal dari berbagai sumber administrasi, di antaranya perbankan, BKKBN, PLN, dan sumber data lainnya. Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Namun, Joko membantah anggapan bahwa perubahan desil masyarakat terjadi karena pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menegaskan, Sensus Ekonomi hingga saat ini masih berlangsung dan masih dalam tahapan pengolahan data.

“Kalau dikaitkan dengan Sensus Ekonomi, itu tidak. Sampai saat ini sensus ekonomi masih berlangsung dan masih ada proses pengolahan data,” tegasnya.

Sebelumnya, perubahan desil dikeluhkan salah seorang warga Kota Probolinggo, Indri Diah, yang mengaku status desilnya berubah dari desil 2 menjadi desil 6 hingga 10. Perubahan tersebut membuat dirinya tidak lagi menerima bantuan sosial PKH dan BPNT.

Indri berharap pemerintah melakukan pengecekan kembali terhadap data dirinya karena kondisi ekonominya dinilai belum berubah dan masih bergantung pada penghasilan sebagai penjual kerupuk keliling.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat melakukan verifikasi terhadap warga yang merasa perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sehingga data sosial ekonomi dan penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....