AKBP Muhammad Taat Resdi Pamit dari Polres Malang, Ungkap Dua Momen Paling Berkesan
- 29 Jul 2026 17:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Enam bulan menahkodai Polres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi resmi pamit. Perwira menengah kepolisian itu kini bersiap melanjutkan pengabdiannya di Mabes Polri sebagai Sekpri Kapolri Spripim Polri.
Posisinya sebagai Kapolres Malang diserahterimakan kepada AKBP Rulian Syauri, mantan Kasubbagbungkol Spripim Polri.
Menjelang kepindahannya dari bumi Arema, Taat menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat serta jajarannya atas segala kekurangan selama menjabat.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, termasuk apabila ada tutur kata, perilaku yang tidak pas, tidak berkenan di hati rekan-rekan dan masyarakat," ujar AKBP Taat, Rabu (29/7/2026).
Taat turut memohon doa restu dari warga Kabupaten Malang agar pengabdiannya di tempat tugas yang baru berjalan lancar dan amanah. Mengenang masa tugasnya yang terhitung singkat, Taat mencatat dua momen yang paling membekas di benaknya.
Momen pertama adalah kesibukan jajaran Polres Malang saat mengawal pengamanan tiga kali kunjungan Presiden RI di Kabupaten Malang.
"Selama enam bulan kita melaksanakan pengamanan kunjungan Bapak Presiden tiga kali. Itu menurut saya sangat berkesan dan saya merasa terhormat," ungkapnya.
Momen berkesan kedua yakni pengawalan laga Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Pengalaman itu dinilainya menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan karirnya.
"Saya terlibat tujuh atau delapan kali pertandingan selama enam bulan ini dan itu sangat berkesan dan menjadi kebanggaan bagi saya bisa menjadi bagian dalam pengamanan pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan," tuturnya.
Bukan sekadar agenda pengamanan besar, aspek penegakan hukum dan pengungkapan kasus juga menjadi rekam jejak penting di bawah kepemimpinannya. Di awal masa jabatannya, Taat langsung memberi pekerjaan rumah (PR) prioritas bagi jajarannya untuk membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
| Baca juga: Taruna Akpol Latja di Polres Malang |
"Di awal-awal itu kalau rekan-rekan ingat kurang lebih satu bulan atau satu setengah bulan pertama saya kasih PR untuk ungkap curanmor. Kemudian kita press release ada sekian puluh curanmor, ada dua yang bisa kita ungkap," jelasnya.
Selain kasus curanmor, reserse Polres Malang di bawah kepemimpinannya juga sukses mengungkap kasus pembunuhan di wilayah Kecamatan Jabung dalam kurun waktu relatif singkat.
Kendati demikian, Taat dengan rendah hati mengakui masih ada celah kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah bekerja keras memelihara keamanan daerah.
"Kalau ada hal-hal yang belum sempurna, sekali lagi saya selaku Kapolres mengajukan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat," katanya.
Menutup perpisahannya, Taat menaruh optimisme tinggi pada suksesornya, AKBP Rulian Syauri. Latar belakang pendidikan dan pengalaman Rulian diyakini menjadi modal kuat dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Malang.
"Saya percaya dengan kompetensi, dengan pengalaman, dengan latar belakang pendidikan Pak Rulian yang luar biasa, saya yakin beliau akan mampu mengemban amanah sebagai Kapolres Malang dengan sangat baik, dengan berhasil dalam memelihara kamtibmas di Kabupaten Malang ini agar senantiasa kondusif," pungkas Taat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....