Taruna Akpol Latja di Polres Malang

  • 12 Jun 2026 08:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Sebanyak 15 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatrya Hawin memulai Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang.

Agenda yang berlangsung selama dua pekan, mulai 6 hingga 20 Juni 2026, tersebut menjadi sarana penting untuk mematangkan kompetensi teknis sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan para calon perwira Polri sebelum terjun ke penugasan sesungguhnya.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan bahwa Latja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter serta profesionalisme taruna.

Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi pelengkap teori yang selama ini dipelajari di bangku akademi.

"Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan," ujar Taat, Kamis (11/6/2026).

Dia menambahkan, keterlibatan langsung di wilayah hukum Polres Malang bertujuan agar para taruna lebih memahami peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selama 14 hari ke depan, mereka bakal diterjunkan ke lima fungsi teknis kepolisian, yakni Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), serta Pembinaan Masyarakat (Binmas).

Polres Malang menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan maksimal.

Taat berharap para taruna dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin guna memperkaya wawasan serta membangun integritas sebagai perwira di masa depan.

"Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas," tuturnya.

Selain aspek teknis, para peserta Latja juga diwajibkan memahami implementasi Program Presisi yang menjadi kebijakan Kapolri.

Hal ini krusial agar mereka nantinya mampu menjadi perwira yang adaptif, prediktif, serta transparan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

"Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat," imbuh dia.

Selama masa observasi dan praktik lapangan, para taruna akan dibimbing langsung oleh personel dari masing-masing fungsi.

Taat berharap, dengan pengalaman yang utuh ini, para taruna memiliki bekal yang cukup saat resmi dilantik menjadi perwira nanti.

"Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti, mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....