Pemkot Siapkan Stiker Higienitas dan Keamanan Pangan usai Viral Kuliner Ronde
- 27 Jul 2026 16:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) menyiapkan sistem penanda berupa stiker pada lapak pedagang kuliner di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas viralnya unggahan di media sosial yang mengkritik kebersihan salah satu pedagang kuliner ronde beberapa waktu lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskumperindag Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan pihaknya memandang persoalan tersebut secara menyeluruh, bukan hanya pada satu pedagang yang menjadi sorotan.
"Kami melihatnya secara holistik dan komprehensif. Dengan dominasi kuliner di PKL Alun-Alun, kami merespons dengan pendataan serta mengaktifkan kembali ketentuan bagi UMKM binaan," ujar Dian dalam program Halo RRI, Senin 27 Juli 2026.
Menurut Dian, terdapat 537 pelaku usaha di kawasan PKL Alun-Alun Kota Batu yang sebagian besar bergerak di bidang kuliner. Saat ini lebih dari 60 persen di antaranya telah memiliki standar laik higiene, sementara seluruh pelaku usaha binaan telah mengantongi sertifikat halal. Sebagian lainnya juga telah memperoleh sertifikat keamanan pangan.
Sebagai bentuk transparansi kepada konsumen, Diskumperindag akan memasang stiker dengan tiga kategori, yakni laik higiene, sertifikat halal, dan keamanan pangan. Warna stiker akan dibedakan sesuai status sertifikasi masing-masing pelaku usaha.
"Kami segera menerbitkan stiker penanda pada lapak usaha. Ada tiga poin yang akan ditampilkan, yaitu laik higiene, sertifikat halal, dan aman pangan, sehingga konsumen dapat memilih pedagang dengan lebih mudah," katanya.
Selain itu, Diskumperindag juga mewajibkan seluruh pedagang mencantumkan daftar harga sebagai upaya memberikan kepastian harga kepada wisatawan. Kebijakan ini sekaligus menjawab berbagai masukan masyarakat terkait harga yang dinilai tidak transparan.
Dian menambahkan, pemerintah akan memperkuat pembinaan terhadap para pelaku UMKM agar kualitas pelayanan dan keamanan produk semakin meningkat.
"Kami yakin semua pihak akan berbenah. Pemerintah meningkatkan pembinaan, PKL melakukan evaluasi, dan konsumen juga dapat lebih bijak dalam memilih ketika berbelanja di kawasan Alun-Alun Kota Batu," ujarnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata kuliner yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....