Angkutan Pelajar Gratis Layani Siswa, Bangkitkan Ekonomi Sopir Angkot Kota Malang

  • 16 Jul 2026 17:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Program angkutan pelajar gratis yang diluncurkan Pemerintah Kota Malang memberi manfaat bagi siswa, dan menjadi angin segar bagi pengemudi angkutan kota yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan pendapatan.

Menurut Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, ada 15 rute yang akan dilayani oleh angkutan pelajar gratis. Semakin banyak rute yang dibuka pemerintah akan semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan para pengemudi angkutan kota beserta keluarganya.

"Semakin banyak tambahan rute, semakin banyak teman-teman pengemudi yang menikmati program ini. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, ini sangat membantu," ujarnya dalam program Halo RRI, Rabu, 15 Juli 2026..

Ia menjelaskan besaran pembayaran kepada operator dihitung berdasarkan jarak tempuh. Nilai layanan ditetapkan sekitar Rp6.000 per kilometer, sehingga besaran pendapatan setiap pengemudi akan berbeda sesuai panjang rute yang dilayani.

Sebagai ilustrasi, apabila dalam sehari armada menempuh sekitar 20 kilometer, maka pendapatan yang diterima pengemudi dari layanan angkutan pelajar dapat mencapai sekitar Rp120 ribu.

"Asas kemanfaatannya menyebar. Pengemudi punya istri, punya anak. Jadi manfaat program ini kembali kepada keluarga-keluarga masyarakat Kota Malang," katanya.

Selain aspek ekonomi, Organda juga memastikan keselamatan dan kenyamanan pelajar menjadi prioritas utama. Setiap armada akan dibekali GPS, sedangkan orang tua dapat memantau layanan melalui grup komunikasi yang disiapkan.

Masyarakat juga diberi ruang menyampaikan pengaduan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai standar.

"Kalau ada orang tua yang merasa ada pelayanan yang perlu dikomplain, itu menjadi kewajiban Dishub, koperasi, dan kami untuk melakukan pembinaan kepada pengemudi," tegas Purwono.

Ia menambahkan, setiap angkutan pelajar nantinya akan diberi stiker khusus pada bagian depan dan belakang kendaraan sehingga mudah dibedakan dari angkutan kota reguler. Selain itu, operasional angkutan pelajar hanya berlangsung pada jam berangkat dan pulang sekolah, sementara di luar jam tersebut armada kembali melayani masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....